Cerita Sex Berhubungan Intim Yang Sangat Mengagumkan Saat Masih Kecil

Kok bisa-bisanya ya waktu saya tetap kecil dah berpacaran justru telah melakukan perbuatan jauh juga. Pengalaman ini saya sharing di website dewasa paling dipercaya ceritasex.site yang online semenjak tahun 2010 an lalu, Ceritanya begini.

Kumpulan Foto BokepSaat itu saya ada di dusun yang jauh dari kota. Beberapa anak di dusun tidak main di mall seperti pada kota, lha wong di dusun tidak ada mall. Yang terdapat hanya pasar, itu juga tidak tiap hari ada. Pasar ramai pada beberapa hari tertentu saja.

Kami beberapa anak, saat itu jika tidak salah ingat saya tetap kelas 6 SD jika habiskan waktu main di sawah, di rumah terkadang berenang di sungai. Mencari ikan, mencari buah-buahan ya apa. Jika malam kami kerap bermain di halaman rumahku yang luas. Kebenaran halaman rumahku seperti mempunyai alun-alun kecil dari sisi rumah, menjadi tempat itu jadi pusat bermain beberapa anak disekitaran rumahku.

Masalah bermain rasanya tidak usaha diulas panjang lebar. Ada satu permainan yang mengagumkan dan sampai saat ini tetap terus ku ingat , hingga pada akhirnya saya katakan dalam narasi ini di website ceritasex.site. Kami bila setelah magrib kerap bergabung, anak lelaki dan wanita. Biasanya umur kami seumuran di antara kelas 5 dan kelas 6 SD.

Pada umur begitu, kami belum merasa berlainan di antara anak lelaki dan wanita . Maka tidak ada rasa risih contohnya saya lelaki bermain-main dengan anak wanita. Namun bermainan ciri khas anak wanita, kami yang lelaki tidak memainkan. Tetapi ada bermainan yang laki wanita bercampur. Permainan itu ialah bermain umpet-umpetan atau sembunyi. Ketentuan bermainnya tak perlu saya terangkan, karena kelak menjadi nglantur. Kuanggap semua pembaca sudah tahu lah

Permainan umpet-umpetan biasa kami mainkan setelah waktu magrib sampai sekitaran jam 9. Kuingat betul saat itu saya adalah anak yang pintar sembunyi hingga saya jarang-jarang diketemukan. Saat gantian saya sembunyi saya selekasnya lari ke belakang rumah yang cukup gelap. Kebenaran di sana ada almari yang baru 1/2 selesai. Tempatnya tidak begitu rapat ke dinding. Antara sela tersebut saya sembunyi. Ternyata Ida meng ikutiku cari persembunyian.

Saat saya menyelip antara almari dengan dinding ia memaksakan turut juga sembunyi disana. Celahnya tidak demikian besar, tapi untuk dua anak sekecil kami bisa muat, tetapi ya harus berdiri berdempetan. Ida memaksakan sembunyi bersamaku, hingga tubuh kami berdempetan di antara almari tersebut. Ia membelakangiku hingga saya seperti merengkuh Ida dari belakang. Bokongnya yang cukup tonggeng menekan sisi kemaluanku. Kami berusaha tidak memunculkan suara hingga berdiri mematung. Tetapi penisku yang tertekan bokong Ida ternyata memberikan rangsangan. Tanpa saya menyengaja, penisku menjadi menegang.

“Apaan sich ini keras-keras,” kata Ida merasa risih, karena penisku menekan bokongnya.

“Jangan bising kelak ketahuan,” kataku.

Ida pada akhirnya diam, dan saya rasakan kepuasan menyebar ke semua badanku.

Karena mungkin perasaan, saya merengkuh Ida lebih rapat. Walau sebenarnya di saat itu saya tidak pernah rasakan gairah ke wanita. Tetapi karena dorongan perasaan saja mungkin karena itu saya merengkuh Ida lebih rapat, supaya kemaluanku lebih tertekan. Ida diam saja.

Mungkin sekitaran 5 menit sampai kedengar Udin berteriak berserah baru kami keluar persembunyian. Selanjutnya saya kembali bersembunyi pada tempat barusan. Rupanya Ida meng ikutiku lagi. Tempatnya sama kembali seperti barusan. Saya merengkuh lagi Ida rapat-rapat, karena rasanya sangat nikmat penisku tertekan bokong Ida.

Saya tak ingat betul asal usulnya, tapi saat tanganku merengkuh, saya sentuh dada Ida. Ada setumpukan daging empuk. Kemaluanku semakin mengeras dan saya gesek-gesekkan. Ida ternyata risi karena tanganku sentuh teteknya yang baru tumbuh dan penisku menekan-menekan bokongnya. Tanganku dihalaunya dari daerah dada dan ia keliatannya tidak sukai saya pegang tetek kecilnya. Kuingat benar saat itu Ida cuma kenakan kaus oblong dan seperti singgelt dilapisan dalamnya. Saya lantas mengingati Ida supaya tidak bising.

Ia selanjutnya menurut dan diam, tetapi tanganku berusaha disingkarkan dari susu kecilnya. Tetapi saya sukai menggenggam susu kecilnya rasanya kok sedap, empuk-empuk gitulah. Ia lantas saya mengancam, jika tanganku jangan menggenggam dadanya ia akan kutinggal sembunyi pada tempat lain. Ida yang penakut pada akhirnya meredam supaya saya tidak pergi. Ia pada akhirnya biarkan tanganku meremas-remas teteknya. “Jangan keras-keras mas, sakit,” ucapnya.

Saya meremasnya perlahan-lahan sekalian nikmati keempukan tetek kecilnya.

Semakin lama saya jemu meremas dadanya di luar. Saya ingin ketahui bagaimana sebenarnya bentuk teteknya. Saya berusaha masukkan tanganku dari bawah. Belum kesampaian tujuanku, Ida telah menghambat. Saya memberikan ancaman lagi akan meninggalkan. Ia yang penakut pada akhirnya berserah dan biarkan saya menjulurkan tanganku dari bawah kausnya.

Saat saya sentuh tetap berasa ada penghambat kaus singgeltnya. Saya lantas memerintah Ida untuk keluarkan kaus singgeltnya. Ida mengikuti dan saya selekasnya meraih buah dada kecil. Saat itu kurasa lucu sekali, ada daging empuk nyembul sepasang dan ujungnya cukup mengeras kecil. Ida diam saja kuremas-remas, ia cuma mengingatiku supaya jangan terlampau keras meremasnya.

Kepala Ida selanjutnya justru disandar ke bahuku. Saya bingung, ia bernafas seperti kecapaian habis lari-lari. Saya saat itu benar-benar tidak memahami.

Sesudah senang, saya akhiri meremas-remas dada Ida. Kami juga lantas bergabung lagi dengan beberapa anak yang lain. Malamnya saya tidak dapat tidur, pikirkan hati nikmat meremas tetek sang Ida. Muncul di pikiranku untuk lain kali menyaksikan memiliki bentuk.

Peluang itu pada akhirnya tiba saat sesuatu hari saya bersama Ida cari kayu bakar di rimba. Rimba kecil tempatnya cukup jauh ada di belakang rumahku. Kami jalan berdua melewati sawah yang habis dipanen. Di rimba , yang sebenarnya bukan rimba lebat, kami kumpulkan ranting-ranting kering. Sesudah lumayan banyak dan diikat supaya gampang membawa kami juga istirahat. Di sana kebenaran ada pohon seri. Kami ambil buah-buah seri yang telah merah dan selekasnya menyantapnya. Cukup untuk menangani haus. Di bawah pohon seri itu cukup bersih karena tidak ada rumput. Tanahnya seingatku tertutupi oleh luruhan daun kering, hingga kami dapat istirahat duduk di bawah kerindangannya.

Saya terpikir oleh kemauanku menyaksikan dada Ida. Kemauan itu saya berikan ke Ida, tanpa basa-basi. Wajarlah beberapa anak tidak memahami masalah membujuk dan basa basi. Ida langsung menampik kemauanku sekalian tutup ke-2 tangannya ke dadanya. Ah sialan pikirku, berlagak sangat sang Ida. Saya lantas keluarkan jurus teror. Jika ia tidak ingin menunjukkan teteknya karena itu saya tidak ingin temaninya kembali cari kayu bakar. Kayu bakar hanya ada dihutan ini. Kami masyarakat dusun biasanya mengolah dengan kayu bakar, hingga bila Ida tidak cari kayu bakar ia akan dimarahin ibunya.

“Ya sudah, tetapi jangan semakin lama ya saya malu, tahu,” ucapnya yang kuingat saat itu.

Ida lantas kusuruh buka atasannya.

Ia buka atasannya, tetapi tutup dadanya dengan pakaian yang telah terbuka. Saya sudah pasti protes karena tidak dapat menyaksikan. Dibukanya sesaat lantas ditutup kembali. Saya kurang senang dengan menyaksikan sekilas kemarin. Saya ingin menyaksikannya sepuasnya.. Kemaluan ku telah mengeras dari barusan. Tiap saya ingat dada Ida saya selalu ini.

Ida pada akhirnya biarkan saya menyaksikan sepuas hati. Saya bahkan juga selanjutnya meraba-raba dan menekan-nekan dada montok tetapi tetap kecil. Kusaksikan memiliki bentuk lucu dengan ujung lancip warna cukup gelap. Puting susunya keliatannya tetap sama besarnya dengan punyaku. “Perlahan-lahan mas, sakit kalu diremas kuat-kuat.

Itil V3
Saya meremas-remas sepuasku dan memerhatikan tetek kecil Ida dari depan. Mendadak Ida merengkuhku dari depan. Saya tidak paham mengapa ia menjadi demikian. Saya protes karena menjadi sulit menyaksikan dan menggenggam teteknya, tetapi Ida justru semakin kuat merengkuhku. Penisku menjadi tertekan perutnya, hingga rasanya menjadi semakin keras saja.

Ida kubaringkan dikakiku di posisi bersila. Ia melemas dan meng ikuti tekadku. Karena mungkin tidak menyengaja roknya terangkut cukup tinggi. Saya lantas membuka roknya. Tetapi tangan ida selekasnya menghambat dan turunkan lagi roknya.

Saya saat itu meminta supaya Ida membolehkan saya menyaksikan sesaat saja. Karena mungkin ia telah cukup terangsang atau karena takut tidak saya temani mencari kayu bakar pada akhirnya saya bisa membuka roknya.

Ida kenakan celana dalam dari katun yang cukup kendur, hingga beberapa kemaluannya kelihatan dari samping. Ini membuatku ingin tahu untuk sekaligus menyaksikan kemaluannya. Tanpa katakan apa apa saya berusaha menyingkap sisi samping celananya untuk menyaksikan bentuk kemaluan Ida. Ida kaget dan tangaku digenggamnya. Saya katakan saya ingin simak sesaat saja. Cukup lama pada akhirnya ia baru melepaskan tanganku. Saya menyingkap celana dalamnya. terlihat belahan memeknya dengan tonjolan kemaluan. Saya ingat saat itu Ida belum mempunyai jembut,ajdi masih pelontos. Antara belahan itu ibarat ada daging tumbuh menyembul. Saya semakin ingin tahu hingga ingin menyingkap belahan memeknya. Tetapi karena sela celana dalamnya tidak demikian besar menjadi cukup sulit menyaksikan sela memek Ida.

Saya selanjutnya turunkan celana dalamnya. Walau Ida berusaha meredamnya, tapi pada akhirnya saya sukses melepaskan celana dalamnya.

Sesudah lepas saya duduk antara ke-2 pahanya yang dikangkangkan. Saya senang menyaksikan belahan memek Ida yang berwarna memeras. Sembulan daging yang ada antara memek Ida barusan ternyata ialah bibir memeknya. Saya baru tahu jika memek wanita itu ada di bagian bawah. Semula saya anggap ada di muka seperti kemaluan lelaki. Bentuk memek wanita lucu sekali, belahannya terus menyambung sampai ke bokong. Saya saksikan dengan memperlebar lipatan memeknya ada lubang kecil. Saya anggap disanalah lubang kencing wanita.

Ida protes saat memeknya saya sibak-sibak, sakit ucapnya.

Sesudah senang saya akhiri permainan itu dan kami kembali pulang menggendong kayu bakar. Ida jadi patner tetapku cari kayu bakar. Bila ada anak yang lain ingin turut kami melarang. Penyebabnya tiap kami cari kayu bakar saya selalu buka memek Ida. Rasanya kok menggembirakan menyaksikan memeknya berulang-kali . Maka setiap telah menyaksikan, rasanya seperti lupa menjadi ingin saksikan kembali esok harinya.

Saya terlatih menyaksikan memek Ida, dan ida juga tidak kembali menghambat bila saya ingin menyaksikan memeknya. Kami telah bebas. 1x Ida protes karena ia tidak pernah menyaksikan kemaluanku. Saya saat itu betul-betul malu, untuk memperlihatkan kemaluanku ke Ida. Ida selanjutnya memberikan ancaman tidak ingin kembali buka pakaian dan celananya jika saya tidak menunjukkan burungku.

Saya pada akhirnya berserah dan memelorotkan celanaku sesaat menunjukkan burungku yang ngacung lantas cepat-cepat menutupnya kembali. Ida sudah pasti protes. Pada akhirnya kami berdua setuju untuk bersama sama buka celana. Dengan perhitungan 1,2,3 celana kami membuka. Ida ketawa geli menyaksikan burungku. Saya saat itu telah sunat, hingga ada bentuk topi baja di ujung penisku. Awalnya saya tidak ingin burungku digenggam Ida, Tetapi karena ia katakan tidak adil. Pada akhirnya saya berserah dan biarkan ia menggenggam burungku. Burungku dipencet cukup kuat. Saya terkejut dan menarik badanku, karena sakit. Saya meminta Ida menggenggamnya jangan didesak kuat-kuat. Pada akhirnya Ida menggenggam cukup halus. Ada rasa nikmat menyebar ke semua badanku.

Kuajari Ida supaya menggengam penisku secara halus. Ia mengikuti dan saya merasa semakin nikmat. Mungkin saja karena perasaan saya memegang tangan Ida yang memegang penisku dan lakukan pergerakan mengocak. Walau sebenarnya saya waktu kelas 6 SD belum mengetahui masalah masturbasi. Rasanya sangat nikmat dikocak tangan Ida. Ia kuminta lakukan terus sementara saya berusaha menggenggam teteknya lantas memeknya. Mendadak knikmatan hebat menyebar kelseluruh badanku. Saya rasakan renyut-denyut nikmat dan Ida kuminta hentikan kocokan. Diujung penisku keluar cairan bening kental, tapi mungkin hanya 2 tetes. Saya di saat itu belum alami mimpi basah.

Kami selanjutnya kerap beradegan semacam itu saat cari kayu bakar. Saya bahkan juga telah membuat tempat khusus untuk kencan kami, yakni ditengah-tengah semak dan di sana kami gelar lembar alas sisa dan dibawahnya dilapis daun-daun kering. Tempatnya cukup jauh ke rimba.

Sesuatu kali saya terpikir anjing lakukan jalinan kelamin, saat kami sedang bercumbu. Tetapi saya takut masukkan penisku ke lubang memek Ida, karena takut tidak dapat lepas seperti anjing yang kerap saya saksikan. Saya cuma ingin tempelkan ujung penisku ke lubang memek Ida. Saat kucoba pertama kalinya rasanya lebih nikmat. Saya menggeser penisku di memek Ida sampai saya senang.

Percumbuan kami terus alami perkembangan, hingga kemudian saya coba tutup lubang memek Ida dengan kepala penisku. Berulang-kali kepala penisku melenceng, seperti tidak dapat ditaruh di memeknya. Aku juga berulang-kali berusaha , hingga kemudian dengan menyingkap belahan memek Ida kepala penisku dapat tutup lubang memek Ida. Saya tekan-tekan, rasanya sangat nikmat, makin saya pencet rasanya makin nikmat. Sementara itu Ida protes karena ia ucapnya merasa sakit dan perih. Tetapi saya yang terkuasai gairah tidak peduli, sampai saya capai kepuasan.

Acara mengocak penisku dengan tangan saat ini telah kembali tidak dilaksanakan. Saya selalu berusaha tutup kepala penisku ke belahan memek Ida. Saya mendapatkan akal supaya gampang tutup kepala penisku di lubangnya memek ida karena itu kepala penisku kulumuri ludah. Dengan demikian rasanya lebih gampang buatku tempatkan kepala penisku hingga tidak kepeleset ke mana saja.

Saya merasa begitu nikmat dan karena mungkin rasa nikmat itu saya menekan penisku semakin keras. Saya tak ingat akan anjing yang kelaminnya tidak dapat lepas setelah kawin. Rasa nikmat itu membuatku menekan keras dan memaju undurkan. Rasanya saat itu saya dapat mundur-maju sedikit-sedikit di memek Ida sampai saya capai kepuasan.

Telah berapakah kali saya dan Ida lakukan posisi semacam itu hingga kemudian Ida tidak begitu merasa sakit kembali. Anehnya Penisku dapat semakin gampang menancap di memek ida walau cuma kepalanya saja. Memek Ida bila saya tekan-tekan semakin lama seperti keluarkan lendir hingga menjadi licin.

Tersebut penyebabnya sesuatu kali saya tidak menyengaja menekan terlampau keras saat lakukan mundur-maju hingga penisku kejeblos ke saat memek Ida. Ida menjerit dan ia menangis kesakitan. Aku juga kaget, sebab menganggap penisku terbenam di memek Ida. Tetapi kok rasanya lebih nikmat. Mendadak saya ingat masalah anjing yang penisnya lekat. Cepat-cepat saya cabut. Rupanya dapat. Kusaksikan penisku berdarah, walau sedikit. Kuperhatikan memek Ida tidak ada darah menetes. Saya lantas berpikiran mungkin penisku lecet hingga berdarah. Saya mengusapnya dengan lap handuk yang selalu saya membawa untuk mengusap keringat. Kecermati penisku tidak cedera dan tidak ada merasa sakit. Sementara Ida mengeluhkan jika memeknya berasa perih.

Saya menyangka mungkin memek Ida yang lecet karena saya terlampau dalam barusan memasukkan penisku. Ia ambil sapu tangan handuknya dan melap sela memeknya. Kelihatan disana sedikit ada warna merah muda.

Saya kali itu akhiri permainan saat sebelum saya capai kepuasan. Saya mau tak mau menuntun kayu bakar Ida, karena ucapnya ia cukup sakit jika jalan. Jalannya sebelumnya cukup aneh, tapi makin lama menjadi normal.

Lebih dari satu minggu saya tidak mengulang episode menanamkan penisku, walaupun saya punyai kemauan kuat. Ida berargumen memeknya perih.

Mungkin 10 hari selanjutnya pada akhirnya Ida ingin lakukan lagi episode tersebut. Penisku cukup gampang dimasukkan pada memek Ida, walau Ida mengernyit masih cukup sakit ucapnya. Tetapi saya merasa kepuasan hebat saat penisku berasa dicengkeram oleh memek Ida. Saya lakukan pergerakan mundur-maju berulang-kali hingga kemudian senang. Penisku sampai menurun di saat memek Ida.

Sesudah sekitaran 5x permainan pada beberapa hari selanjutnya pada akhirnya saya lebih gampang masukkan penisku ke memek Ida. Rupanya penisku lebih nikmat bila diapit memek Ida dibanding cuma digenggam-gengam.

Saya menjadi terlatih lakukan persetubuhan dengan Ida dan pada akhirnya jadi ketagihan. Ida juga nampaknya mulai nikmati persetubuhan karena bokongnya bergoyang-goyang saat saya tusuk dengan penisku. Kami umumnya lakukan sampai 2 ronde dalam rimba. Bahkan juga malam-malam kami lakukan kembali di bale-bale belakang rumah yang gelap.

Kami rahasiakan jalinan kami itu, walaupun saya maunya pengin bercerita pengalamanku yang menyenangkan ke teman-temanku. Tetapi saya takut kedapatan, karena teman-temanku bisa jadi tidak jaga rahasia tersebut.

Sekitaran satu tahun selanjutnya keluarga Ida berpindah ke kota, hingga saya kehilangan patner. Tapi saya dapat merayu rekan cewekku lainnya untuk lakukan jalinan tersebut. Rita yang tubuhnya lebih besar dibanding Ida sukses saya tiduri. Ia awalnya merasa sakit, tetapi lama-lama ia bisa juga nikmati seperti Ida.

Dari pelajaran biologi saya ketahui selanjutnya jika sperma masuk ke dalam saat memek wanita bisa mengakibatkan kahamilan, saya selanjutnya batasi tidak melepaskan spermaku, saat sesuatu kali saya mulai mempunyai sperma.

Ada sekitaran 3 cewek yang telah kusetubuhi di kampungku sampai saya pada akhirnya melanjutkan sekolah di kota melanjutkan SMA. ***