Cerita Sex Berhubungan Intim Dengan Linda Teman Kakakku Yang Mesum Dan Super Hot

Kuliah dikota S yang populer secara santun santunnya. Saya anak ke-2 sesudah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai karyawan negeri sipil dan ayahku bekerja di dalam kantor. Tinggi tubuhku biasa-biasa saja seperti anak seusiaku saya akan bercerita cerita unikku. saat sebelum membaca persiapkan dahulu kopi dan rokok agar masih tetap konsentrasi

Cersex KeluargaPengalaman pertama dengan yang namanya seks. Cerita ini masih saya ingat selama-lamanya karena pengalaman pertama memang tidak terlewatkan. Waktu itu umurku masih sepuluh tahun di saat itu saya tetap kelas 4 SD. Cerita ini betul-betul saya alami tanpa saya ubah sedikit juga.

Saya punyai rekan sebayaku namanya Putri, ia duduk di kursi SD. Saya dan ia kerap bermain bersama-sama. Ia anak yang benar-benar manis dan manja. Ia memiliki dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di telah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu kembali namanya Linda. Waktu itu ia kuliah semester 4 jalur akuntansi salah satunya perguruan tinggi di kota kelahiranku. Ia lebih elok daripada adiknya Putri. Tingginya kurang lebih 160 cm dan ukuran payudaranya cukup sama usianya tidak terlalu besar sekali tetapi kencang.

Saat itu hari benar-benar panas, saya dan Putri sedang bermain dirumahnya. Mahfum rumahku dan tempat tinggalnya berdekatan. Waktu itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk membeli kain. Putri ditinggalkan bersama kakaknya Linda.

“Bermain dokter dokter yok, saya bosen nich bermainan ini selalu”mengajak Putri
Selekasnya saya persiapkan bermainannya. Saya menjadi dokter dan ia menjadi pasiennya. Waktu saya check ia membuka pakaian. Kami juga lakukan semacam itu biasa karena tidak ada perasaan mirip orang dewasa, kami memandang itu bermainan dan hal tersebut biasa karena tetap kecil. Waktu saya pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Saya tidak paham hatiya. Tetapi saya menganggap bermainan. Saat itu pintu tau-tau terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan tetap telanjang dada Putri mendekati kakaknya di muka pintu masuk.

“Hai Kak baru pulang dari universitas”
“Ngapain kamu membuka pakaian semua” Kak Linda melihati adiknya.
“Kita kembali bermain dokter dokteran, saya pasiennya dan Rendi menjadi dokternya, tetapi sepi Kak saat pasiennya hanya satu. Kakak capek tidak. Ikut-ikutan bermain ya kak?”
“Oh bermainan toh.. Ya telah saya nyusul$2C saya ingin mengganti baju dahulu panas sekali nih”

Kami bertiga juga selekasnya masuk ke dalam kamar kembali, saya dan Putri asyik bermain dan Kak Linda merebahkan badannya di tempat tidur selain kami. Saya menyaksikan Kak Linda benar-benar elok saat tiduran. Sesudah beberapa saat selanjutnya ia memerhatikan kami bermain dan ia terbengong pikirkan suatu hal.sebuah hal.
“Mari Kak cepatan, justru bengong” mengajak Putri pada kakaknya.
Lantas ia berdiri buka almari. Ia kepanasan karena udaranya. Umumnya ia memerintah kami nantikan di luar saat ia mengganti pakaian

“Mari tutup mata kalian, saya ingin mengganti nih masalahnya panas sekali” Kak Linda memerintah kami.
Ia melepas baju satu-satu mulai dari celana panjangnya, ia menggunakan CD warna putih berenda dengan mode g-string. Waktu itu ia tetap di depan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Kemudian ia melepaskan bajunya dicopotnya kancing stu perstu.

Sesudah terbuka semua kancingnya, saya bisa menyaksikan bra yang digunakannya. Lantas ia membelakangi kami, ia melepaskan branya sesudah bajunya ditanggalkan. Aku juga terbengong menyaksikannya karena tidak pernah saya menyaksikan wanita dewasa telanjang apalagi saat saya menyaksikan bokongnya yang uuhh.

Ia pilih pakaian cukup lama, automatis saya menyaksikan punggungnya yang mulus dan pada akhirnya ia menggunakan baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan berbahan super tipis terlihat putingnya yang warna coklat muda. Kulitnya benar-benar putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

“Rendi koq bengong belum saksikan kakakku membuka pakaian ya? Lagian kakak membuka pakaian tidak suruh kita pergi.”
Kak Linda ngomel,”Aduh kalian tetap kecil belum mengetahui apa apa lagian saya tidak ngelihatin kalian secara langsung. Ingin saksikan ya Ren?”ia bergurau.
Aku juga merundukan mukaku karena malu.”Tapikan kak, susunya kakak telah besar begitu apa tidak malu ama Rendi.”

Putri menjawab ketus.”Kamu saja telanjang seperti apa itu kamu tidak malu telah mari bermain kembali.” Linda menjawab adiknya. Kami juga bermain lagi.
Gantian Kak Linda saya check. Ia memerintah saya mengeceknya, ia cukup melongarkan pakaiannya. Saat stetoskop saya masukan dalam pakaiannya melalui lubang lehernya, pas terkena putingnya. Ia memekik. Aku juga terkejut tetapi aku juga tidak menyaksikannya karena malu.

Ia menyuruhku untuk semakin lama didaerah tersebut. Ia merem terbuka seperti metahan suatu hal, digenggamnya tanganku lantas didesak pencet wilayah putingnya. Saya merasa suatu hal mengeras.
“Kak ngapain.. Memang sedap sekali dicheck.. Seperti orang sakit betulan sekali.” Putri Bertanya ama kakaknya.

Kak Linda juga stop.”Yok kita mandi masalahnya telah sore lagikan kamu Putri ada les lho kelak kamu ketinggal.” Mengajak Kak Linda pada kami berdua. Ia memerintah membawa handuk ama pakaian tukar
Sesudah isi air, aku juga buka bajuku tidak ada beban yang terdapat dan telanjang bundar begitupun ama Putri. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi di sini sangat eksklusif ada shower bathup dan lain lain lah, mahfum ia anak paling kaya dikampungku.

Kemudian pintu digedor ama kakaknya ia suruh membuka pintu kamar mandinya. Aku juga membuka. Kak Linda melihatku penuh takjub sekalian melihat sisi bawahku yang telah tanpa perlindungan sedikitpun, saya baru mengetahui itu namanya kembali horny. Lantas ia masuk selekasnya di buka piyama mandinya. Jreng.. Hatiku segera berdetak kuat, ia memakai bra tranparan ama CD tadi ia pakai di depan kami.

“Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil.”
“Ihh.. Kakak.. Punyai kakak itu mencolok” ejek adiknya.
Ia cuma tersenyum memikat kami khususnya saya.”biarin”sekalian ia pegang sendiri puting ia menjawab lantas ia membasahi tubuhnya ama air di shower. Semakin terang apa yang nama payudara cewek kembali berkembang. Beitu terkena air dari shower bra Kak Linda cukup melorot kebawah. Lucu sekali memiliki bentuk pikirku. Payudaranya akan seolah melonjak keluar.
“Mari cepat turun dahulu, saya kasih busa di bathupnya..”.

Putri segera keluar tetapi saya tidak, saya takut jika kedapatan anuku mengeras, saya malu sekali. Baru ini kali saya mengeras besar sekali. Lantas Kak Linda merapat dan melihatku dan menyuruhku untuk turun. Saya turun secara menunduk muka Kak Linda menyaksikan sisi bawahku yang telah mengeras sama di saat saya bermain tetapi perbedaannya saat ini langsung di depan mata. Ia cuma tersenyum padaku. Saya anggap ia geram.

Ia seperti menyengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.
“Ooohh.. Apa tersebut..” (pura pura ia tidak paham) Putripun ketawa menyaksikannya.
“Itu yang diberi nama senjatanya lelaki yang sedang mengeras tetapi culun ya jika belum disunat” Kak Linda beritahukan pada adiknya.

Sesudah busanya berlimpah di air kami juga nyebur bersama.
“Adik adik, Kakak bisa tidak buka bra kakak” pinta Kak Linda pada kami.
“Membuka saja to Kak lagian jika mandi gunakan baju seperti orang dusun.” adiknya menjawab.

Tetapi saya tidak dapat jawab. Dengan perlahan-lahan kancing ada di belakang punggung dibukanya lantas lepas telah pengaman dan perlindungan susunya. Dengan telapak tangannya ia tutupi payudaranya.
“Telah membuka saja sekaligus CD nya kelak kotor terkena berbau CD kakak,” tutur Putri ke kakaknya.
Selekasnya ia berdiri di atas bathup merosotkan CDnya dengan hati hati(kayaknya ia benar-benar menanti gesturku saat menyaksikan wanita telanjang bundar didepannya). Saat ia berdiri membenarkan shower di atas kami, saya menyaksikan semua badannya yang telah telanjang bundar.

“Kak anu.. anu.. Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya sedikit,” saya menyanjungnya.
ia cuma tersenyum dan memberitahukan jika aslinya bawahan nya lebat namun rajin dicukur. Ia cukup lama-lama berdiri sepertinya semakin deket saja sisi sensitivenya dengan mukaku, ada suatu hal wangi yang berlainan dari wilayah sekitaran tersebut. Kak Linda terus berdiri sekalian melihatku.

Sekalian mencucii payudaranya sama air hangat dan digoyangkan sedikit dikit pantat bahenolnya. Ia menghadap kami sekalian mnyiram sisi sensitifnya. Aku juga tidak berani secara langsung melihatnya. Sekalian mainkan payudaranya sendiri ia punyai anjuran plus gagasan edan.

“Bermainan yok. Saya menjadi ibunya, kamu menjadi anaknya.”
Lantas Kak Linda memerintah bermainan ibu ibuan, ia memerintah kami menjadi bayi. Lantas ia memberikan susunya pada kami.
“Anakku kasihan, sini ibu berikan kamu minum” ia berbicara pada kami.
Putri lantas mengenyot puting susu kakaknya, tetapi aku juga tidak bergerak benar-benar, lantas ia segera menyikat kepalaku diambil ke payudaranya.
“Mari sedot yang kuat.. Ahh.. Cepat.. Gigit perlahan-lahan.. Acchh,” kata itu keluar.

Tetapi koq tidak keluar airnya. Punyai Mama keluar air susunya. Tau-tau Putri stop.
“Uhh.. Ini kan namanya bermainan menjadi tidak betulan. Kamu udahan saja telah jamnya kamu les” Putri juga segera turun dan ganti baju mulai sejak itu saya tidak memdengar cara ia kembali.

Aku juga tetap diminta bermainan dengan putingnya tangan kiriku dikomando agar meremas susu kirinya. Tau-tau ada suatu hal yang membuat saya tergetar, ada suatu hal yang berambat dan memegang anuku. Dengan kanan kanan memegang tangan kiriku untuk meremas payudaranya rupanya tangan kanannya mainkan penisku.
Selekasnya ia memerintah untuk turun dari sana. Kami juga turun dari sana. Lantas. Ia duduk di pingiran sekalian buka selakangannya. Saya baru menyaksikan rahasia cewe.

“Rendi ini yang diberi nama vagina, punyai cewek. Barusan waktu kakak berdiri saya tahu jika kamu memerhatikan sisi kakak ini. Mari saya ajarin bagaimana bermainan ama vagina” aku juga cuma menggangguk.
Ia memerintah menjilat-jilatinya sesudah ia mengeringkannya dengan handuk. Aku juga menjulurkan lidahku ke sana tetapi sisi luarnya. Ia cuma tersenyum melihatku. Dengan jemari tangan nya ia buka sisi kewanitaan tersebut. Saya betul-betul kagum menyaksikan panorama seperti tersebut. Berwarna merah muda seperti sebuah bibir imut.

Sesudah ia membuka kemaluannya, lantas ia suruh saya agar menjilat-jilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar sisi itu rasanya asin tetapi sedap. Diminta saya menyikat dengan ke-2 jariku, sangat terasa becek. Ia menyuruhku stop sesaat. Saat ia menggosok gosok sendiri dengan tangannya secara cepat lantas ia menyikat kepalaku dengan tangannya ditempelkan mukaku didepannya.

Seerr.. Serr.. bunyi air yang keluar vaginanya banyak. Sekalian berteriak plus mendesis kembali merem terbuka. Kemudian ia jongkok, saya terkejut saat ia segera menjilat-jilati kepala penisku. Dibuka sisi kulup sampai terlihat kepalanya.

“Kakak tidak jijik ya kan buat kencing” saya menanyakan pada ia tetapi ia terus mengulumnya mundur-maju.
Sakit dan geli itu yang kurasakan tetapi semakin lama sedap saya segera rasanya seperti kencing tetapi tidak selesai. Ia memakai sabun cair ucapnya agar cukup licin menjadi tidak sakit. Karena sangat nikmatnya saya seperti melayang-layang tubuhku tergetar semua. Sesudah dibasuh ia mengkulum penisku, semua masuk di dalam mulutnya.
“Kak saya ingin kencing dahulu” saya menyela.

Kemudian ia tiduran dilantai ia memerintah bermain-main dengan kacang di dalam vaginanya. Pertama saya tidak paham, ia memberitahu sesudah ia sendiri membuka. Saya sentuh sisi itu secara kasar ia segera menjerit ia mengajarkan bagaimana semestinya melakukan. Diputar putar jariku disitu tau-tau kacanga itu jadi benar-benar keras.

Sekitaran 5 menit saya bermain-main dengan jariku terkadang dengan lidahku. Keluar kembali air dari vaginanya. Saya diminta terus mengisapnya. Ia sepertinya benar-benar lemas lesu. Sesudah sesaat ia menggenggam penisku dan membimbingnya di vagina.

“Coba saran anumu ke sana tentu saya jamin sedap sekali rasanya” ia menyuruhku.
Dengan berhati-hati saya masukan sesudah masuk saya diam saja. Ia memerintah saya untuk menekan keras. Dan bless masuk semua ia memberikan anjuran seperti orang memompa. Keluar-masuk.
“Acchc terus.. yang cepat.. ah.. ah.. ah..” ia mendesis, ia menggoyahkan bokongnya yang lebih besar ke sana kesini.

Tetapi sekitaran 3 menit rasanya penisku seperti diremas oleh ke-2 daging tersebut lantas saya ingin sekali pipis. Waktu itu penisku seperti ada yang air mengucur. Dan serr.. seerrs air kencingku banjiri sisi dalamnya. Sesudah kecapekan kami juga keluar ia segera pergi ke kamar tetap kondisi bugil. Selanjutnya ia tiduran karena capek, saya dekatinya dan ia merengkuhku seperti adiknya, payudaranya menempel di mukaku. Sesudah saya menyaksikan mukanya ia menangis. Lantas ia memerintah saya pulang.

Saya kenakan pakaian dan pulang. Ia memerintah rahasiakan jika saya bicara ama seseorang saya tidak bisa bermain ama adiknya. Kami juga terus melakukan sekitaran satu tahun tidak ada siapa tahu. Sekitaran saya kelas 1 SMP ia kawin ama temannya karena ia hamil.

Saat 2 pekan kemarin (sekarang ini) saya berjumpa ia menanyakan masih sukai bermain seperti dahulu. Aku juga cuma ketawa saat saya tahu itu yang bernama seks dan saya ngucapin terima kasih buat kakak, itu ialah pengalamanku yang pertama.

Gallery for Cerita Sex Berhubungan Intim Dengan Linda Teman Kakakku Yang Mesum Dan Super Hot