Cerita Sex Berhubungan Intim Dengan Gadis Yang Masih Sekolah yang Cantik Dan Bohay

Awalnya kupernalkan diriku. Saya seorang pria 39 tahun yang belakangan ini terpikat searching cari photo, narasi dewasa dan video berkenaan child seks. Sayang ketentuan keras menantang pedophil membuat beberapa website penyuplai gambar yang kusukai itu diberangus. Untungnya saya lumayan banyak mempunyai koleksi saat sebelum aktivitas pemberangusan child seks terus-menerus dilaksanakan.

Kumpulan Foto BokepSaya terobsesi ingin membuat video atau foto sendiri dengan cewek-cewek di bawah usia. Kebenaran saya memiliki sejumlah rekan yang hobbinya sama denganku. Kami kerap memburu cewek di bawah usia. Walau cukup sulit, tapi lewat jaringan sejumlah mami, kami kerap memperolehnya. Memang tidak begitu muda, tapi untuk memperoleh cewek dikisaran umur 14 tahun kami tidak begitu sulit. Bahkan juga terkadang penawaran kebanyakan, sampai kami kerepotan.

Salah satunya justru yang dijajakan masih juga dalam status virgin. Awalnya kami terima cewek bagaimana juga kwalitasnya, yang terpenting umurnya muda. Untuk 14 tahun kami kira oke lah. Tetapi berjalannya waktu, kami mulai membeda-bedakan dengan pilih yang mukanya cukup cukup. Kemudian inginkan abg dari etnis China. Awalnya cukup sulit temukannya, tapi makin lama kami banyak pula ditawari “barang” semacam itu.

Temanku Rudi yang termasuk mania underage terobsesi untuk mencoba anak sepuluh tahun, atau sekurang-kurangnya ya 12 tahun. Semua “mami” berlangganan kami telah kami order, tapi telah tiga bulan mereka belum sanggup sediakan keinginan Rudi. Mreka terkadang bohong dengan memberikan anak yang ucapnya masih 13 tahun, tapi saat kami jumpai ia berumur di antara 14 atau 15 tahun. Tubuhnya memang kecil, tapi dari raut mukanya telah terlihat ia tidak begitu muda.

Kami memang termasuk orang “edan” karena banyak mami menjelaskan kami demikian. ” Mana ada anak usia sepuluh tahun ingin melakukan kencan.” kata Mami.

Kami pernah temukan anak umur sembilan tahun, yang saat itu ikutan dengan cewek ABG. Awalnya kami bermain-main dengan sang ABG. Rudi lantas merayu sang ABG itu berkenaan kemungkinan mengencani sepupunya yang sembilan tahun. Memanglah tidak langsung ia bisa memperolehnya, tapi lewat tatap muka 3 – 4 kali pada akhirnya Rudi dapat mengencani sang anak sembilan tahun yang akui namanya Riang.

Ia tidaklah sampai lakukan jalinan seks. Tapi Rudi sukses mengajarkan Riang mengoral dan ia nya juga dapat di oral. Rudi memang ingin tahu betul hingga diakuinya sebelumnya pernah bicara dengan ibunya Riang berkenaan kemungkinan menyetubuhi Riang. Ibunya yang keliatannya hidupnya cukup sulit dapat mengizinkan anaknya disetubuhi asal bayarannya saat itu meminta 7 juta.

Jumlah itu sudah pasti terlampau mahal untuk Rudi untuk kami. Pada akhirnya jalinan dengan Riang dan abg yang membawa jadi vakum dan kami kehilangan contact mungkin karena sang abg itu mengganti nomor handphone dan Rudi juga buang nomor ponselnya yang lama..

Sesuatu kali saat saya sedang jalan-jalan sendiri di satu mall, saya menyaksikan ibu-ibu menggendong anak sekitaran satu tahun dibarengi anak umur di sekitar 11 tahun. Mereka duduk di tangga yang tidak kepakai di tepi mall yang jauh dari keramaian. Otakku selekasnya berproses cepat berkenaan kemungkinan dekati ibu itu untuk memperoleh anak yang 11 tahun tersebut.

Ibu itu kuhampiri dan kuberi uang 20 ribu. Awalnya ibu itu kaget, karena ia tidak merasakan mengemis, tapi mendadak ada orang memberikannya uang. Sang ibu lantas kutanya, “telah makan.”

“belum oom” ucapnya.

“Ingin saya mengajak makan Kentucky,” tanyaku.

‘Mau donk oom,” sahut anaknya.

Kami lantas jalan bersama-sama ke restaurant cepat sajian yang tidak jauh dari sana. Saya dan ibu itu ambil tempat duduk di sudut dan sang anak barusan kuberi uang 100 ribu untuk beli apa yang ia ingin dan maknya ingin.

Mereka makan lahap sekali. Karena mungkin lapar, atau karena sejauh ini mereka memimpikan makanan semacam ini.

Saya mengorek background kehidupan sang ibu. Ia janda dengan 3 anak dari ayah yang berbeda. Saat ini ada di rumah kontrak dan setiap hari bekerja sebagai pekerja bersihkan. Satu bulan pendapatannya rerata sekitaran 600 ribu. Saya lantas tawarkan, ” ibu ingin tidak saya kasih 1 juta.”

“Ya ingin donk,” ucapnya berseri.

“Tetapi ada ketentuannya,” kataku.

“Apa Oom,” tanyanya.

Kujelaskan jika saya memiliki hobi photo. Saya ingin memiliki koleksi yang masih belum kupunya. Jika sepakat saya ingin memotret sianak yang 11 tahun saya photo telanjang. Hanya itu.

“Begitu doang, 1 juta,” bertanya sang Ibu.

“Ya.” Kataku.

“Lu ingin tidak neng,” bertanya sang Ibu.

“Hmm bagaimana ya, malu ah,” kata sang neng.

Itil V3
“Neng kontrak kita bulan ini habis, mak tidak punyai uang, ingin saja dech neng cukup untuk membayar kontrak,” rayu ibunya.

“Terserah emak dech,” kata sang neng.

“Emangnya ingin poto di mana Oom,” bertanya sang emak.

” Ya di hotel, deket kok disini,” kataku.

” Kapan,” tambahnya.

” Ya jika dapat saat ini tidak papah,” kataku.

Sang emak tidak begitu tua, dan cukup jugalah karena itu ia sampai punyai suami 3x. Andaikan saya masuk hotel, tentu karyawan hotel menduga saya akan bermain sama emaknya.

Proses membuka kamar tidak begitu lama, karena hotel kecil semacam ini yang umum digunakan beberapa jam tidak begitu peduli berkenaan siapa tamunya. Kami ke arah kamar dengan doble bed dan ruangan yang tidak begitu luas, tapi ada kamar mandi dalam.

Saya memerintah sang Neng bersihkan diri dahulu di dalam kamar mandi. Ia kuminta mandi bersih. Berkenaan bagaimana memakai kamar mandi dan memakai keran air hangat saya ajari. Saya telah siap-siap dengan alat fotoku. Sang emaknya memerhatikan anaknya di luar, karena pintu kamar mandinya dibuka.

Dengan cukup canggung dan malu sang Neng buka satu-satu pakaiannya. Tiap event saya dokumentasikan berulang-kali dengan photo digital. Sampai ia telanjang bundar saya meminta sebentar berfoto beragam style, sampai jongkok di toilet dan kemaluannya saya zoom in. Ku meminta ia kencing. Dari memeknya yang gundul muncratlah air kencingnya dan itu saya dokumentasikan berulang-kali.

Sang neng mulai mengguyuri tubuhnya dan rambutnya sama air. Kejadian ini juga tidak lepas dari sorot cameraku. Lumayan banyak shoot di dalam kamar mandi yang kuperoleh.

Seterusnya sesudah keringkan tubuh saya meminta ia berfoto beragam style di dalam kamar. Saya meng ikuti pose-pose photo lolita koleksiku. Sekitaran 200 shoot telah kudapatkan dan rasanya semua style mulai dari berdiri duduk, jongkok, nungging sampai shoot close up di memeknya dan teteknya yang baru numbuh.

Saya istirahat sesaat untuk merokok. Sang ibu saya tawari untuk bermalam saja di dalam kamar ini sampai esok, karena telah kubayar. Sang ibu berpikiran sesaat, “Memang bisa,” kata sang emak.

Saya lalu punyai gagasan untuk sekaligus membuat photo bersama emaknya pada kondisi telanjang. Saya tawari tambahan 500 ribu. Sang emak berpikiran sesaat. Sang neng yang telanjang menyahut, ” Oom tambahin HP Esia donk.”

Saya sepakat, karena jalinan dengan keluarga ini akan bersambung, dan HP itu ialah fasilitas komunikasiku. Sang ibu mengawali buka pakaian dari kamar mandi. Buset, bodi sang Emak cukup oke , Bokongnya bahenol, teteknya gendut betul dengan puting yang besar. Sayang perutnya cukup gemuk sedikit. Maklumlah wanita dengan 3 anak. Tetapi bila ia bekerja di panti pijat yang cuma sediakan STW, tentu sang ibu ini saya tentukan. Jembutnya tebal sekali kembali. Saya mulai atur gaya di dalam kamar mandi bersama sang Neng yang rupanya namanya ialah Intan.

Beragam gaya di dalam kamar mandi pada style-gaya selayaknya orang mandi. Karena itu sang Neng kembali mandi bersama ibunya. Telanjang bundar termasuk sang bayi.

Episodenya lumayan menarik dan dilanjutkan episode di dalam kamar.

Memori 8 giga pada akhirnya penuh oleh beberapa foto sang neng dan emaknya. Ia sepakat untuk bermalam di sini. Tetapi ada anaknya yang di dalam rumah perlu dibawa.

Mereka kenakan lagi pakaian dan sesion pengambilan foto usai. Saya berikan 1,lima juta. Sang emak saya suruh tinggal saja di hotel, agar Neng yang jemput adiknya. Rumah mereka rupanya tidak begitu jauh dari hotel, ya mungkin sekitaran jalan kaki 15 menit. Kujelaskan kenapa emaknya perlu tinggal, karena jika kamarnya ditinggalkan kosong bermakna dipandang penggunaan kamar telah usai.

Sang Emak memahami dan meminta saya temaninya sekalian menanti anaknya tiba. Sesudah sang Neng keluar. Saya berpikir untuk melepas hajatku yang dari barusan sudang diujung ubun-ubun. Ku rayu sang emak untuk melayaniku dengan bujukan 300 ribu kembali. Sang Ibu selekasnya sepakat. Kami buka pakaian masing-masing sampai bugil. Sang emak lantas mendekatiku dan raih penisku.

Dikocak-kocoknya sesaat lantas ia mengoral penisku. Rupanya sang emak cukup mahir mengoral. Nyaris pertahananku bobol dibikinnya. Saya selekasnya minta ia ada diatasku dan memacuku. Perlahan-lahan di tujukan penisku ke libang memeknya dan ia mulai lakukan pergerakan mundur-maju.

Sedap memeknya bisa menyedot-nyedot. Kisah hidupnya sejauh ini menungkin membuat ia pintar memberikan kepuasan lelaki.

Saya selekasnya mengganti posisi ada di atasnya. Saya pacu perlahan dan cepat dengan berganti-gantian. Sang Emak mendesis-desis. Rasanya saya tidak kuat kembali dan mendekati spermaku keluar selekasnya kucabut. Sang emak bangun dengan sigapnya lantas tangkap penisku dan dikulumnya penisku yang mendekati ejakulasi..

Saya kaget tetapi pasrah. Mendekati ejakulasi dan sesudahnya saya merasa penisku disedot sekeras-kerasnya sampai rasanya spermaku terhisap habis. Gelinya bukan bermain dan nyeri juga. Pada akhirnya segera menyabut penisku dari mulutnya. Saya katakan tidak tahan geli dan ngilunya.

“Sudah lama tidak ngrasain mani oom, menjadi ingin saja ,” kata sang emak.

Usai permainan itu kami beres-beres dan selekasnya kenakan pakaian, Sang emak pun demikian.

Saya pesan minuman dan kami beri kesegaran diri sambilaku merokok dan bercakap. Selang beberapa saat kamar diketok. Dua gadis kecil masuk. Adik Intan rupanya lebih cakep dan putih. ” Perkenalkan ini oom, ini namanya Berlian, bapaknya dahulu China, karena itu putih.

Saya menjadi tertarik untuk sekaligus memotret berlian. Sesudah dirayu ibunya dan dengar bujukan mendapatkan uang sejuta seperti kakaknya, ia pada akhirnya mengikuti tekad emaknya.

Seperti Intan, Berlian juga mengawali saya photo dari episode di dalam kamar mandi. Ia tubuhnya masih rata, teteknya belum numbuh. Tapi calon teteknya sudah terlihat dengan tonjolan kecil disekitaran puting susunya. Berlian lebih cakep dibandingkan Intan, hingga saya semangat sekali mendokumentasikannya. Saya minta lagi Intan telanjang supaya saya photo berdua dengan adiknya.

Habislah 2 memori card dan dua battery untuk shootingku. Saya pus dan ku berikan 1 juta 3 ratus kembali ke emak. Mereka saya suruh nanti dulu di dalam kamar, karena saya menjelaskan akan membelikan HP yang disuruh anaknya. Saya keluar hotel dan selekasnya ke arah gerai Esia. Saat sebelum kembali lagi ke hotel saya kembali singgah ke Kentucky buat mereka makan nanti malam. sebotol besar Aqua.

Saat kembali dan kuserahkan HP baru itu, Intan dan Berlian terlihat suka sekali. Mereka mengutak atik HP anyarnya.

Misiku cukup sukses ini hari. Sesampainya di dalam rumah saya mengalihkan semua isi memori card ku.

Minggu selanjutnya saya menghubungi lagi Sang emak yang selanjutnya kukenal sebagai Yanti. Ia terlihat suka sekali saat saya contact. Kami janjian kembali di dekat restaurant cepat sajian di hari Sabtu.

Ini kali saya ingin membuat video untuk Intan, Berlian dan mungkin dengan emaknya.

Di hari yang kujanjika mereka telah menanti di muka restaurant cepat sajian tersebut. Kami isi perut dahulu, dan mereka melahap dengan lahap.

Dalam kamar saya atur lagi posisi mereka berdua dimulai dari episode kamar mandi sampai gaya pada tempat tidur dan beragam pojok kamar. Awalnya saya telah arahkan episode apa yang hendak mereka lakukan. Lumayanlah dengan pembimbingan singkat dan mereka tidak malu kembali tembakan videoku bisa lebih cepat selesai daripada saat tembakan still photo pertama dahulu.

Kemudian Ibunya gabung telanjang dan mereka bertiga berfoto lagi. Antara pose-pose itu saya tak lupa ambil close up dari tiap-tiap mereka kencing. Ini kali sang Mak sepakat ke tiap anak kubayar 750 ribu dan emaknya 300 ribu.

Untuk sang Mak penghasilannya sepanjang 2x tatap muka dengan ku ini diangap cukup besar. Anaknya kuperhatikan telah kenakan anting emas, ibunya telah gunakan kalung emas. Ini kali mereka tidak ingin bermalam di hotel, karena kata mereka walau dingin, tetapi berasa seperti terkurung. Beberapa anak tidak dapat bermain selainnya menonton tv dan berbaring sepanjang malam.

Kami selanjutnya chek out dan jalan ke arah mall. Intan dan Berlian masing-masing kuberi 50 ribu buat mereka jajan di mall. Saya dan ibunya kongkow di Dunkin Donut. Dalam kesmpatan kongkow itu saya sampaikan kemauanku untuk mendapat perawan Intan dan Berlian. Ibunya terkejut, dengar permintaanku yang mungkin tidak ia sangka. Saya janjikan masing-masing akan kubayar dua juta. Disamping itu saya akan “menggunakan” Intan dan Berlian di lain kali, walau bayarannya tidak begitu kembali. Sang emak termenung lama.

Ia keliatannya susah memutuskan, mungkin di antara sayang ke anaknya yang tetap di bawah usia dikerjai keperawanannya, tetapi ia keliatannya tertarik juga dengan bujukan uang dari ku.

Saya menambah jika saya akan mengupayakan penghasilan bulanan yang cukup besar lewat usaha yang hendak kuperkenalkan padanya. ” Berjualan apaan oom, ” bertanya sang emak.

“Ya terangnya berjualan pulsa elektrik,” kataku.

“Saya tidak kurang memahami masalah HP oom apa saya dapat, kelak jika tidak laris bagaimana oom,” tanyanya.

” Begini dech jika mak sepakat, sekurang-kurangnya satu bulan dapat memperoleh dua juta, saya akan tolong agar dapat dapat begitu, tetapi lama-lama dapat memperoleh beberapa puluh juta, dan terbuka peluang Emk dapat punyai rumah dan mobil sendiri,” kataku.

“Ah oom jangan berangan-angan donk, bagaimana triknya dapat punyai rumah sampai punyai mobil semua, mimpi saja tidak sebelumnya pernah Oom punyai gituan,” ucapnya kurang percaya.

“Begini saja dah, jika Mak sepakat saya akan perlihatkan triknya, mak kelak saya buat tabungan di bank, HP satu kembali untuk nomor GSM dan untuk enam bulan pertama saya akan tolong agar emak dapat punyai hasil dua juta satu bulan,” kataku.

“Ah benar nih oom, tetapi jika saya tidak sepakat bagaimana,” tanyanya.

” Ya emak tidak akan terima uang kembali dari saya, kan acara beberapa fotonya sudah usai,” kataku mudah.

“Entar dech oom saya pikirkan, nanti oom saya kabari dah,” ucapnya.

Kami juga lantas pisah. Peristiwa itu di hari Sabtu sore mendekati malam.

Senin pagi saat saya sedang asyik menuntaskan pekerjaanku, masuk call dan kusaksikan nomornya dari Mak. Ia menjelaskan pada konsepnya sepakat, tetapi meminta untuk ongkos perawan anaknya masing-masing lima juta. Langsung saya tidak penuhi, saya masih tetap bertahan dengan angka dua juta dan agunan penghasilan dua juta tiap bulan. Jika ia masih tetap bersikukuh ingin lima juta makan saya akan membeli putus dan sebagainya saya tidak memberikan uang terkecuali saya inginkan anaknya kembali, itu juga paling saya bayar sekali tatap muka 300 ribu.

Sesudah lama tawar menawar, pada akhirnya Mak sepakat dengan pola ku dan ingin terima dua juta untuk tiap-tiap keperawanan anaknya.

Hari jumat sore saya janji ketemu dengan sang Mak dan saya ingin ketahui di mana ia tinggal dan bagaimana kondisi lingkungannya.

Rumahnya dalam gang sempit yang padat. Rumah yang ditinggalinya benar-benar kurang sehat, hanya karena 1 ruangan yang dipakai untuk ruangan tamu sekalian kamar tidur dan ada ruangkecil ada di belakang untuk dapur dan membersihkan pakaian. Dan kamar mandi dipakai bersama untuk 4 keluarga. Saya memikirkan bila terjadi kebakaran karena itu habislah satu daerah ini. Peristiwa sama seperti yang kubayangkan itu umum terjadi di perumahan-perumahan padat di Jakarta.

“Oom sebenarnya saya tidak sampai hati mengikhlaskan anak saya disetubuhi, tetapi sesudah saya pikir-pikir sepertinya cuma itu jalan yang terdapat buat saya dapat hidup. Sang Intan telah saya omongi. Ia juga takut, apalagi Berlian ia ngambek sampai sekian hari. Tetapi sesudah saya berikan pemahaman agar mereka dapat sekolah terus, dan uang sekolahnya tidak bolak-balik nunggak mereka pada akhirnya nurut .” Kata sang emak terang-terangan.

Saya pesan sama sang emak supaya jangan ada seseorang juga tetangga atau saudara yang tahu masalah gagasan ini. Saya tidak tergesa-gesa untuk menyelesaikan Intan dan Berlian, karena saya harus juga menyiapkan lokasi yang semakin aman dan bebas. Rasanya jika eksekusi di Hotel, ada rasa khawatir . Jangan-jangan hotelnya digrebek, habislah saya.

Karena itu saya selekasnya cari tempat kos eksekutif di teritori sekitaran mall yang kerap kami datangi. Saya memperolehnya ruangan kos yang cukup lega di lantai 3 satu ruko. Lantai ke-3 itu khusus dikontrakkan untuk satu penyewa, sedangkan lantai-lantai dibawahnya dipakai untuk kos beberapa karyawan seks. Di bawah dipintu masuk dijaga oleh bapak-bapak yang telah tua. Rasanya tempat ini cukuplah aman.

Saya berencana tempat ini kusewa untuk dihuni oleh keluarga sang Emak. Agar saja tempat lama waktunya masih tetap dipertahankan . Maka jika mereka ingin tinggal di tempat lebih sejuk mereka dapat ada di tempat kos ini. Ruang kos yang kusewa cukup menggembirakan ada ruangan tamu, kamar mandi air panas air dingin dan ruang tidurnya benar-benar luas dengan spring bed ukuran king size. Kontraknya cukup lah sekitaran tiga juta satu bulan. Memang besar investasi untuk memperoleh Intan dan Berlian.

Sang emak benar-benar suka ketahui indekos yang akan mereka menempati, ke-2 anaknya terlihat senang.

Sesudah satu minggu mereka terlatih tinggal disitu karena itu mulai khususun gagasan perpecahan rekor. Saya inginkan melakukan pertama ke Intan. Emaknya kuminta supaya Berlian tidak ada di kamar saat saya lakukan eksekusi. Keliatannya permasalahan itu tidak begitu susah karena Berlian dapat melihat TV di ruangan tamu bersama adik bayinya, Sementara emaknya temani Intan yang hendak kuperawani.

Intan telah telanjang, ia cukup gemetaran saat tubuhnya saya sentuh. Saya meminta ia pertama kalinya mengangkangkan kakinya. Saya menyingkap lubang vaginanya dengan lebar mungkin untukku mengambil gambarnya posisi memek masih perawan. Kemudian saya mulai mengoral memeknya. Intan diam saja dan tutup wajahnya dengan bantal. Ia cuma kadang-kadang saja bereaksi menggeliat saat ujung clitorisnya saya jilat. Lumayan lama saya oral ia sampai leherku pegal, tetapi tidak ada pertanda Intan capai orgasme. Mungkin anak seusia ini tidak dapat menghidupkan gairah ke arah orgasme. Ia tetap kelihatan takut.

Kemudian saya akan masukkan penisku ke rongga vaginanya. Semua tepian lubang masuk vaginanya saya oleskan jelli dan sekujur penisku saya baluri . Sang emak memerhatikan anaknya dilakukan sekalian sesekali menenangkan anaknya, “sabar neng, tahan sedikit,” ucapnya.

Kepala Penisku kuarahkan ke lubang vaginanya sampai kepalanya pas di target. Perlahan-lahan saya pencet penisku untuk masuk lebih dalam. Rasanya susah sekali. Apalagi Intan berulang-kali tarik badannya keatas, karena ia mersa sakit. Aku juga berkali kali menarik badannya ke tepi tempat tidur supaya lebih gampang buatku masukkan penisku. Perjuangan masukkan kepala penis telah sukses dan saya lakukan pergerakan mundur-maju sedikit sampai lubangnya bisa terima penisku.

Sampai juga saya pada batasan selaput daranya. Penisku tidak dapat didorong masuk lebih dalam karena terhambat selaput dara. Saya lakukan lagi pergerakan mundur-maju sampai lubang vaginanya buka cukup lebar. ” Neng jangan dikakuin, lemesin,” kata sang Emak.

Saya stop sesaat pada batasan selaput daranya dan perlahan-lahan saya kejangkan penisku. Berasa ada pergerakan maju sedikit-sedikit dengan pergerakan melafalkannkan penisku dapat cukup masuk dan nampaknya tembus selaput dara secara perlahan. Saat kucoba dorong, penisku dapat masuk lebih jauh dan Intan mendesah sakit. Kubenamkan semua penisku semuanya dan saya stop sesaat.

Berasa sempit sekali lubang vagina anak usia 11 tahun. Saya ambil pelan-pelan dan kudorong kembali sedikit, sampai semakin lama pergerakannya cukup panjang. Intan tak lagi mengeluhkan sakit terkecuali meringis-ringis saat penisku digerakkan. Lubang yang benar-benar sempit menjepit ini membuatku tidak sanggup tahan lama. Sekitaran 5 menit telah bobol pertahananku di saat memek Intan.

Saya selekasnya mengakhiri, saat kutarik penisku berlendir dengan warna merah muda. Kuperhatikan tidak ada darah sampai keluar lubang vagina Intan. Saya satu kali lagi mempersiapkan alat photo yang telah kupegang dari barusan meng ikuti acara deflor. Sekarang kukuak kembali lubang memek Intan dan kelihatan ada sepercik darah didalamnya dan kelihatan selaput daranya yang robek terekam dalam cameraku. Saya senang karena sukses menyetubuhi anak di bawah usia sekalian mendokumenkannya.

Hari itu saya cuma menyelesaikan Intan. Berlian ialah gantian selanjutnya pada lain hari.

Emaknya kelihatan bingung saat kuserahkan 2 helai pecahan 100 dolar AS. Ia katakan ini uang apaan, saya tidak tahu. Saya lantas memerintah ia menggantikan selembar beberapa ratus dolar itu ke money changer yang tidak jauh dari tempat kost-kostan. Usai saya bebersih dan Intan kenakan lagi pakaian. Sang emak telah kembali dengan muka yang ria. “Edan selembar dapat ampir sejuta nih, ” ucapnya.

Tersebut pengalamanku mempertajam Intan dan saya tinggalkan mereka sesudah bercekerama sesaat sama mereka.

Minggu selanjutnya gantian saya mengesekusi Berlian. Ia memang tetap kelihatan kecil walau cukup tinggi. Dengan pasrah ia tidur terlentang. Emaknya dan Intan ada dikamar itu menyaksikan ku berlaga. Seperti Intan saya mengawali ambil photo lubang vaginanya yang perawan. Lubangnya tetap kecil sekali. Mungkin untuk mencolokkan satu jaripun cukup sulit masuknya. Memeknya masih seperti memek anak kecil, licin dan dan gendut. Saya awali dengan mengoralnya. Ia ketawa kegelian saat memeknya saya jilati. Wajahnya tertutupi bantal sekalian ia menggeliat kegelian. ” Sudah ah oom geli sekali nih Berli ngak kuat,” kata nya.

Saya mau tak mau mengakhiri oral bisa lebih cepat dibandingkan Intan dahulu. Memeknya kulumuri jelli dan sekujur penisku . Saya mulai tempatkan ujung penisku ke lubang memeknya. Berulang-kali kepeleset, karena sulit betul masukkan sekedar hanya kepala penis. Apalagi Berli cukup tegang. Emaknya dan Intan merekomendasikan supaya Berli melenturkan tubuhnya. Sesudah ia melenturkan tubuhnya saya menggerakkan cukup kuat kepala penisku hingga kemudian sukses. Ia kaget dan tarik badannya. Penisku kembali lepas.

Berli lagi saya ambil ke tepi bed agar semakin mempermudah penerobosan. Seperti Intan saya berusaha penetratif ke memek Berli dengan berhati-hati. Tehnik melafalkannkan penisku saya aplikasikan kembali pada Berli. Hasilnya cukup, Berli tidak begitu mengeluhkan sakit. Tapi memanglah lebih sulit menerobosnya dibandingkan sang Intan. Saya memakan waktu yang lumayan lama sampai bisa capai batasan selaput daranya. Tehnik melafalkann untuk menorobos selaput dara Berli tidak demikian sukses. Penisku masih sulit maju karena ketahan kuat oleh selaput daranya. Dengan sedikit menggerakkan dan melafalkann saya paksakan masukkan penisku hingga kemudian berasa seperti bunyi “krek” dan Berli menjerit kesakitan.

Penisku sukses menerobos selaput daranya dan perlahan-lahan tengelam di memek kecil tersebut. Air mata Berli mengucur banyak ia menangis. Sebetulnya saya tidak sampai hati , tapi penisku telah tertanam penuh. Bolehkah buat kutega-tegakan untuk lakukan pergerakan perlahan-lahan mundur-maju. Sampai lubangnya dapat sesuaikan besarnya penisku. Tiap pergerakan, Berli meringis kesakitan. Saya yang telah diterpa gairah terus lakukan pergerakan mundur-maju dalam lubang yang sangat benar-benar sempitnya. Pertahananku pada akhirnya bobol di saat memek Berli.

Saat kucabut, sekujur tangkai penisku cukup banyak terdapat bintik darah. Di lubang yang baru ditinggal penis barusan mengucur darah fresh walaupun tidak banyak. Saya mendokumenkan lubang memek yang baru diterobos barusan, Kelihatan sekujur lubangnya warna merah.

Pada akhirnya saya sukses menyetubuhi dua gadis di bawah usia, dan investai yang kukeluarkan jadi tidak percuma. Emaknya senang juga saat terima uang 2 helai beberapa ratus dolar AS.

Beberapa saat selanjutnya saya lakukan lagi jalinan dengan Intan dan Berlian. Kali itu saya bermalam di kost-kostan mereka dan sepanjang malam saya memicu berahiku berulang-kali.

Emaknya cukup punyai pemahaman. Ia memijatiku dan yang saya puji idenya mengajarkan beberapa anaknya bagaimana mengoral penisku, sempai ke-2 nya memahami dan pintar. Aku juga meniduri emaknya dilihat ke-2 anaknya. Kami berempat menjadi bebas terkait seks kapan pun.

Sesudah saya menyelesaikan Intan dan Berlian sekitaran 5x tiap anak, penetratif ke memek mereka lebih lancar dan mereka tidak rasakan sakit. Tetapi saya belum temukan mereka capai orgasme, Selalu saya bobol pertahanannya, karena memek mereka masih sempit-sempit.

Saya senang meniduri mereka. Emaknya lantas saya rundingkan untuk ingin membolehkan ke-2 anaknya “digunakan “oleh temanku.

Rudi ialah gantian pertama mendapatkan peluang tersebut. Setelah itu Joe. Kami menjadi punyai lokasi yang aman untuk lakukan eksekusi underage.

Berkenaan agunan pendapatan yang kujanjikanke emaknya sesudah saya bukakan rekening bank. Sang emak saya masukkan ke salah satunya usaha seperti MLM. Saya mengurus downlinenya sampai mendapatkan lumayan banyak downline. Di bawah sang Emak saya sukses tempatkan sekitaran 200 downline. Downline itu semakin berkembang jadi sekitaran 1000 dalam tempo satu tahun.

Saat ini sang Emak telah memiliki opini sekitaran 2-3 juta tiap minggu. Saya tidak butuh kembali membiayainya untuk kos. Ia bahkan juga telah berani sewa apartemen studio dan telah mempunyai motor matic. Yang terpenting saya bila inginkan Intan dan Berli tidak butuh keluar ongkos kembali. Saya cuma sesekali memberikan mereka duit jajan.

Ke-2 gadis itu sekarang telah stylish, dan orang tentu tidak dapat menduga jika kehidupan mereka satu tahun lalu asal dari wilayah kotor. Terbuka peluang satu tahun selanjutnya sang emak dapat punyai mobil dan rumah yang cukup di pingiran Jakarta.

Ia juga sekarang telah berani tampil di komunitas untuk memberikan motivasi berkenaan perbanyak downlinenya. Ia selalu menceritakan jika ia dahulu cuma pekerja bersihkan, yang pendapatannya cuma 500 ribu satu bulan. Saat ini ia sedang proses beli rumah dengan harga semilyar merencanakan beli kendaraan Honda Jazz. Yang ia tidak dapat katakan jika ke-2 anaknya saya setubuhi.