Cerita Sex Berhubungan Dengan Cewek Yang Bohay Setelah Bercerai Senangnya
Rumah ku tidak jauh dari pantai yang berpasir putih. Wilayah ini karena sepi dan jauh dari permukiman warga, kerap digunakan oleh pelancong asing untuk bernudis riang. Barisan mereka memang sedikit, yah sekitaran 10 sampai 15 orang bersendau canda sekalian telanjang. Terkadang saya mendapati mereka sedang terkait di pasir di semak-semak cukup jauh dari pantai.

Cersex Keluarga – Saya memang menyenangi laut daripada pegunungan yang dingin dan sering hujan. Udara di pantai rasanya lebih fresh dan suara ombak di pantai jadi penyeling suara yang menentramkan hati.
Untuk mempertahankan kesehatan, saya teratur lakukan joging 3x satu minggu di sepanjang pantai. Wilayah ini sepi sekali, tapi saya merasa tenteram dan aman . Maka walau saya joging sendiri di sepanjang pantai, sebelumnya tidak pernah ada rasa khawatir akan masalah.
Terkadang saya merasakan selingan melihat satu kelompok bule sedang bertelanjang mandi di pantai. Kami kerap terturut mengobrol. Mereak terlihat rileks saja walau pada kondisi telanjang bercakap dengan saya yang tetap memakai celana renang dan kaus oblong.
Sesuatu hari pada bulan agustus, saya bagun lebih pagi dari umumnya, karena tidak bisa tidur . Kuputuskan naik sepeda ke pantai sekalian tidak lupa bawa celana renang. Saya sepagi itu lakukan aktivitas joging di sepanjang pantai. Matahari belum terlihat ada dari ufuk timur, air laut tetap berasa sejuk dan di pantai belum terlihat seorang juga.
Saat saya sedang berlari seperti umumnya, kudengar ada orang berlari dari belakang. Kutoleh ke belakang, rupanya seorang wanita bule berlari lebih cepat dariku dan ia keseluruhan bugil. Ini sudah pasti mengagetkan ku hingga saya tidak dapat meremehkan panorama tersebut. Saat ia merapat ia justru berbicara, ” maaf saya sudah membuat kamu canggung.”
“memang iya sich,” kataku jujur sekalian memerhatikan bentuk badan yang cantik dengan kulit warna cukup gelap. Tubuhnya benar-benar terurus dan kelihatan ia rajin olahraga. Ini memancar dari otot-ototnya yang kuat, payudaranya yang padat, perut rata. Ia tersenyum dan mukanya cukup manis. Keliatannya seumuran dengan saya atau sedikit muda.
Ia terlihat cukup mengernyit menyaksikan saya yang kenakan pakaian. Tidak ada kesan-kesan ia malu atas tertelanjangannya, bahkan juga dari matanya kelihatan ia cukup berteman.
“Yok masuk olahraga bersamaku,daripada kamu terus menerus memerhatikan saya” kata wanita tersebut.
Saya menjadi malu dan mungkin saat itu mukaku memeras karena ketanggor nikmati badan telanjang.
“Sorry, umumnya saya tidak berjumpa dengan cewek telanjang di sini,” jawabku sekalian berusaha mengembalikan rasa canggungku.
“Ah saya biasa dipandangi semacam itu dari cowok bahkan juga cewek. Telah sekian tahun saya lakukan joging sekalian bugil.”
Kamu akan rasakan kepuasan berjoging yang lebih dari umumnya bila kita melakukan bersama.
Pada akhirnya saya terima penawarannya untuk joging bersama ia. Terang-terangan saya mengagumi akan tubuhnya yang benar-benar terawat dan kebugarannya yang sempurna.
Saya bahkan juga harus keluarkan tenaga extra untuk menyamakan kecepatan larinya. Tidak berasa kami makin jauh dari tempatku start barusan. Kondisi pantai benar-benar sepi karena di wilayah ini tidak dengan penduduk dan tidak dipakai untuk wisata. Kami berkeringat dan tersengal-sengal. Sesudah sekitaran sejam saya meminta ia untuk stop dahulu. ” Ini ialah joging ku yang paling jauh, ” kata ku.
“Aku juga sekian tahun baru dapat capai jarak selama ini, oke silahkan kita jalan untuk turunkan detak jantung, baru kemudian kita berenang,” ucapnya.
“Baik,” kataku.
Kami lantas jalan. Saya kagum pada kemampuan cewek ini. Umumnya bila saya menyaksikan cewek maka berkembang fantasiku dan ini membuat bagianku mengeras di bawah sana. Tetapi cewek ini lain, walaupun sisi bawahku cukup mengeras. Tetapi saya memutuskan tidak untuk ajaknya lakukan jalinan. Saya lebih suka bila kami nikmati saja apa yang ada kelak, tidak ada usaha ku merayunya untuk lakukan jalinan.
“Tidak ada siapa saja di sini terkecuali kita,” ucapnya yang selanjutnya bubarkan lamunanku.
“Lebih bagus kamu membuka celana renangmu lantas kita berenang hingga saat kamu kembali kamu masih tetap punyai celana yang kering. juga kamu dapat menggosok daki pada bagian lipatan paha samping dalam tanpa terhambat celana.” ucapnya sekalian melihatku serius. Dengan rileksnya ia lantas turunkan celana renangku sekalian berbicara, mengapa sich nudis dipandang seperti permasalahan besar. Dia selanjutnya dengan rileks jalan ke laut.
Saya merasa malu tetapi sekalian suka. Berikut peluangku rasakan pengalaman nudis dipantai bersama cewek yang menarik. Saya pasti tidak sia-siakan peluang tersebut. Saya lantas melepaskan celanaku dan secepat-cepatnya berlari ke air. Dia lantas tersenyum.
“Saya suka, karena umumnya cukup sulit buatku mengawali nudis apalagi ditengahnya orang yang tidak kukenal. Ngomong-ngomong selama ini kita sudah lari dan berenang telanjang tetapi tidak tahu namamu, namaku Dani.
“Saya Naomi, maaf jika saya membuat kamu malu, semestinya saya memang seharusnya lebih berhati-hati. Nudis sebetulnya ialah hal yang alami, dan saya tidak punyai pikiran lain dari tertelanjangan,” ucapnya.
Kami lantas mencebur ke air. Pada awalnya saya merasa aneh karena alat vitalku bergerak bebas di di air tidak ada kekangan. Rasanya memang nyaman dan cukup geli saat saluran air sapu sisi vitalku. Naomi memang betul. Rasa alami saat telanjang. Saya memerhatikan Naomi yang berenang dengan style terlentang. Setiap ia mengusung tangannya dan kepalanya lelap air, tetek besarnya bergerak meng ikuti pergerakan tangannya.
Saya menjadi kagum dengan panorama ini. Ia menjadi terlihat tambah seksi. Gundukan kemaluannya yang tertutup rambut pirang terkadang tersibak dan ada dua bibir kemaluannya yang tebal menyodok. Kemaluannya ada terbenam di air. Kemaluanku menjadi berkembang semakin besar. Aura seksi Naomi semakin terpancar dan memunculkan rangsangan pada kemaluanku.
“Saya suka caramu melihatku, kata Naomi.
” Kamu membuat saya menjadi bernafsu,” kata ku.
” Saya tidak paham sepanjang apa rangsangan yang kamu alami, tapi pandanganmu membuat wanita jadi senang, saat ini silahkan kita meregang otot-otot di pantai.” kata Naomi.
Saya ikutinya ia mentas dari air. Bentuk tubuh Naomi memang patut dikagumi, tidak kerempeng seperti gadis 16 tahunan. Kulitnya memanglah tidak selembut gadis remaja, tapi pantatnya kelihatan padat. Jalannya memperlihatkan kedewasaan Naomi. Bokongnya tergetar selaras dengan jalannya dan rasanya Naomi tidak berlaku mengada-ada. Sesudah sesion pengenduran. Naomi berdiri di depanku sekalian memerhatikan diriku dari ujung rambut sampai ujungnya kaki.
“kapan kamu paling akhir memproses gerak alat vitalmu, bertanya Naomi sekalian memerhatikan pinggangku.
“Apaan, saya belum mengetahui ada latihan gerak khusus untuk alat penting,” bertanya ku cukup sangsi.
“Banyak orang, baik pria atau wanita dalam olahraga melalaikan latihan untuk organ sex mereka.
Karena mungkin rasa malu karena ini terkait dengan sex. Seperti olahraga yang latih otot-otot anggota badan untuk berperan lebih bagus, kamu harus juga latih gerak organ seks mu supaya bisa berperan baik.
Saya pikir kita dapat berpatner saat melakukan, kamu ingin kan,” bertanya Naomi.
” Saya menjadi semangat tetapi jujur saja agak malu, dan penawaran semacam itu pasti tidak dapat ditampik, apalagi wanita seksi yang tawarkannya. Walau saya suka dan iangin melakukan, tetapi tidak paham bagaimana adik kecilku apa ia akan bereaksi dengan yang diharapkan’ kata ku.
Naomi lantas ajakku ke lokasi yang cukup terlindungi.
“Adik kecilmu akan mendapatkan mahkota Raja Pantai. Sesudah sejumlah sesion latihan adik kecilmu akan jadi lebih digdaya ucapnya sekalian memerhatikan adik kecilku dan ia ketawa geli melihatku bengong.
Saya menjadi ikut-ikutan ketawa ditengah-tengah rasa tidak pasti yang diliputi rasa malu.
“Saat ini tidur terlentang, tangan selain tubuh dan bernafaslah yang dalam dari perutmu. Saat menarik napas mengencangkan otot adikmu dan longgarkan waktu menghembus napas. Coba dengan irama napas yang alami, dan kamu akan merasa hangat menyebar ke semua badanmu dan selangkangmu tentu saja. Saya akan lakukan hal sama sama seperti yang kamu kerjakan. Pada tahapan ini acuhkan kehadiran ku, dan kosentrasi ke irama pernapasanmu.
Saya ikutinya semua instruksi Naomi. Pada awalnya saya melafalkann alat vitalku dengan memperkeras otot-ototnya dan cukup sulit selaras yang alami. Kesulitannya ialah menyinkronkan napas dengan penekanan melafalkann. Tetapi pelan-pelan saya bisa mulai kuasai ritmenya. Saya mulai dijalari rasa hangat di sekujur badanku saat saya menarik napas. Ini jadikan hatiku makin kuat dan alat vitalku makin keras.
Sesaat selanjutnya ia hentikan ku.
“Saat ini silahkan kita latihan bersama menyinkronkan pernapasan kita. Ini akan menolong kita capai energi yang semakin lebih besar dan akan menggembirakan untuk kita. Duduklah dan lebarkan ke-2 kakimu dan lemaskan dengkulmusenyaman mungkin, saya akan duduk di atas pangkuanmu.
Kita akan lakukan latihan bersama, Saat ini saat kamu mengembuskan napas dan mengurangi otot, saya akan menarik napas dan kencangkan otot-ototku. Dengan ini energi kita akan melingkupi kita dengan berkaitan. Saat ini kembalilah fokus pada napas dan pengenduran otot-ototmu, lantas merasai apa yang kamu peroleh. Bila kamu serius, saya jamin ini semakin lebih mempermudah fokusmu dan saya,” kata Naomi. Pagi hari ini saya betul-betul tidak sanggup mengatur diriku sendiri.
Naomi membawaku ke kondisi yang tidak pernah saya pikirkan, dan saya runduk pada perintahknya tanpa sangsi. Umumnya akulah yang mengontrol tekadku, khususnya dalam soal seks. Betapa cantiknya ini kali, saat saya tidak jadi faksi yang menguasai. Situasi ini demikian nyaman dan benar-benar alami.
Saya duduk di pasir dan sama seperti yang diinstruksi Naomi saya memangkunya bertemu. Kakinya dilingkarkan ke tubuhku dan saya menempati ujung kakinya. Tangan Naomi merengkuh bahuku, badan kami mendekat. Adik kecilku ada pas di mulut kelamin Naomi. Sesudah lakukan seringkali dengan sejumlah kesalahan pada akhirnya saya dapat atur irama pengenduran dengan irama pernapasanku dan irma Naomi. Sulit fokus olah napas sementara vitalku menyundul-nyundul bibir vagina Naomi.
Kami menyamankan diri kami dan fokus pada pernapasan dan meregangkan otot penting kami. Saya rasakan pengenduran otot penting naomi di bagian vitalku setiap ia menarik napas. Irama pernapasan kami semakin cepat dan rasa hangat menyebar ke badan kami lebih mencolok. Kulit kami menjadi semakin hangat dan memulai berkeringat. Alat vitalku jadi semakin keras menggerakkan ke kemaluan Naomi dan kemaluan nya terasanya semakin menelan adik kecilku.
Irama kami makin sesuai dan Naomi mulai keluarkan suara saat mengembuskan napas dan matanya memberikan sinyal supaya saya meng ikuti apa yang dilakukan. Saya turut bernada saat mengembuskan napasku dan berasa getaran dalam pinggangku. Sementara itu vitalku telah bersatu dengan vagina Naomi.
Saya merasa vitalku ada benar-benar dalam di Naomi. Ujung vitalku terasanya mentok di vaginanya karena sangat dalamnya ia tenggelam dalam vagina Naomi. Saya tidak lakukan apa pun itu terkecuali kosentrasi dengan pernapasan bagitu nampaknya Naomi. Badan kami berpadu, bibir berjumpa bibir dan puting susunya yang mengeras sapu dadaku
Setiap ia mengisap napas otot vaginanya meremas vitalku. Saya merasakan vitalku dan energiku seperti tersalur ke diri Naomi, demikian juga.
Kami fokus nikmati training ini. Saya merasa makin nyaman dan benar-benar menarik. Alat vitalku berkedut seperti orrgasme kecil. Saya bingung, orgasmeku tidaklah sampai saya ejakulasi. Saya berusaha rileks dan Naomi terima getaran orgasme ku dan vaginanya menyambutnya dengan relax. Dalam sekejap kegiatan kami makin menarik dan semakin tinggi. Badan Naomi melafalkanng ia masuk babak orgasme.
Sesuatu penmandangan yang menarik menyaksikan reaksi orgasme Naomi. Saya merasa akan alami lagi orgasme saat saya turunkan tensiku. Waktu itu orgasmeku sangat terasa kuat dan kehangatan menjalari semua badanku, dan anehnya saya tidak ejakulasi. saya merasakan tidak rasa seperti ejakulasi umumnya, ini sebuah kesan baru.
Sesudah seringkali orgasme, Naomi berbisik “Silakan jika kamu ingin ejakulasi dalam vaginaku, tapi jika kamu ingin rasakan pengalaman lain, tahan ejakulasimu dan taruhlah energimu, itu akan membuat kamu lebih sehat. Badanmu akan mempunyai energi seks yang lebih tinggi untuk waktu yang lama.
“Lewat pengalaman yang kamu sampaikan kepadaku, saya tidak sangsi akan meng ikuti semua panduanmu.” jawabku.
Secara perlahan kami sama-sama mengurangi saraf sekalian bertahan pada tempat awal, berangkulan dan napas kami lebih perlahan-lahan, berciuman halus dan vitalku tetap ada di dalam vagina Naomi tapi di posisi yang rileks. Batangku masih tetap bertahan dalam vagina Naomi. Saya benar-benar tidak merasa kan kecapekan seperti biasanya habis lakukan jalinan dan tidak ada rasa mengantuk sebagaimana umumnya.
“Terima kasih Dani, Saya merasakan nikmat olahraga bersamamu. Saya suka dengan kamu perlakukanku,” ucapnya. Ucapannya itu membuat vitalku menegang lagi. ” Cukup dahulu untuk ini hari ,” ucapnya sekalian menciumku.
“Oklah silahkan kita pulang,” kata ku.
Naomi menarik kemaluannya tinggalkan batangku yang 1/2 ereksi. Naomi lantas membungkuk dan mengulum batangku. Automatis batangku mengeras lagi.
Naomi menarik saya berdiri dan kami kembali lagi ke tempat awalnya kami.










