Cerita Sex Berhubungan Dengan Anak Sekolah Dan Menikmati 2 Memek Sekaligus

Di dalam rumah saya memiliki barisan rekan bermain, dua orang cewek yang umurnya lebih tua dari ku. Mereka telah kelas 1 SMP.Kami bertiga selalu bermain bertiga. Kebenaran orangtua kami kedua-duanya bekerja, hingga bila pulang dari sekolah di dalam rumah cuma ada beberapa anak. Rumah kami bertetanggaan. Kuperkenalkan rekan bermainku yang tubuhnya cukup gede namanya Imelda, biasa diundang Imel, umurnya 12 tetapi ia telah seperti anak gadis. Temanku yang satu Sevil, ia semakin tinggi sedikit dari saya, kulitnya putih, elok, karena orang tuanya dari daerah Utara Sulawesi.

Cersex KeluargaTempat kami ngumpul selalu di dalam rumah Imel, penyebabnya rumah ia terbagus dan di kemarnya semuanya ada, dimulai dari computer, TV dengan DVDnya , PS. Ia anak tunggal. Di dalam rumah cuma didampingi pembantunya ibu-ibu yang telah 1/2 usia.

Kami umumnya bermain di dalam kamar Imel. Kamarnya sedap, sebab ada AC nya. Walau cowok, tapi tidak ada ketidaksamaan dalam kami berkawan. Saya bahkan juga kerap menjadi suruh-suruhan mereka, seperti meminta diambilin minum, meminta ke warung membeli jajan. Ya apa yang mereka harapkan biasanya suruh saya. Saya mungkin saat itu penurut karena tubuhku paling kecil, menjadi dipandang seperti anak bawang.

Tetapi jika saya tidak ngumpul mereka selalu mencarinya saya ke rumah. Umumnya setelah pulang dari sekolah dan makan kami selalu bergabung sampai mendekati magrib. Terkadang jika hari liburan, saya dan Sevil selalu dibawa ke-2 orangtua Imel jalanan dan makan ke mall. Mereka memandang kami telah seperti anaknya . Di dalam kamar Imel, komputernya terhubung internet.

Saya paling kerasan bermain permainan online di sana. Tetapi ya begitu mereka selalu mengusik hingga saya tidak dapat bermain lama-lama. Sevil paling suka membuka facebooknya dan chating, Imel pun demikian mereka kerap cekikikan jika chating. Saya kurang sukai chating, terkecuali chatingg di RO. Jika mereka telah kuasai computer, karena itu saya berpindah bermain PS atau WI. Asyik sich bermain gamenya, karena Imel punyai PS 3. Belakangan ini Imel dan Sevil kerap simak beberapa film bokep. Jika mereka telah putar monitor supaya terbebas dari pandanganku, itu pertanda mereka menonton bokep. Saya berpura-pura tidak tahu saja, dan asyik bermain games di PS.

Walau sebenarnya ingin sich simak. Seringkali sich saya juga pernah simak bokep di warnet. Umumnya jika habis simak gituan kepalaku menjadi pening, dan barangku menjadi tegang. Sehari saya diundang mereka berdua yang sedang menonton bokep. Saya sebetulnya malu menonton gituan sama cewe-cewe.

Tetapi saya berpura-pura tidak tahu saja. Mereka katakan agar saya cepat besar menjadi harus menonton gituan. Mereka ternyata kuasai banyak alamat situs bokep, Menonton bokep pada internet menjadi pekerjaan kami tiap hari jika sudah jemu ngerjain PR. Terang-terangan saya tegang jika menyaksikan episode-adagan bokep, tetapi saya berpura-pura tenang saja.

Lagian Imel dan Sevil lebih tua dan lebih besar dibanding saya, menjadi mana berani saya beberapa macam. Jika habis menonton bokep, sampai tidur juga saya terpikir-bayang episode -adegannya. Yang diputar selalu beberapa film barat. Saya terkadang ingin tahu bagaimana ya barangnya orang Indonesia. Justru kerap ingin tahu ingin tahu barangnya Imel dan Sevil. Tetapi edan, mana saya berani ke mereka, orang mereka padaku otoriter sekali. Sehari saat kami liburan sekolah, sepanjang hari kami bermain di dalam kamar Imel.

Umumnya jika kami di dalam kamar, pintu selalu tertutup agar ACnya dingin. Pembantunya sebelumnya tidak pernah masuk. Jika ada suatu hal umumnya ia nelpon lewat telephone lokal. Kami sudah ngumpul dari jam 11 siang. Sang Sevil membuat karena ngajak Imel ngerjain saya. Ia katakan kurang lebih begini. Ron, ya namaku Rony. Kita kan kerap simak bokep, tetapi saya dan Imel tidak pernah simak barangnya lelaki bagaimana aslinya, lu bisa kan kami simak barangnya. Saya sudah pasti tidak sepakat karena malu sekali, barangku ngaceng dilihat-liat ama cewek.

Begini dech kata Imel, kita sama melihatken barang kita, lu kan tidak pernah simak barangnya wanita kan yang asli. Dilawan demikian saya menjadi mikir. Sejauh ini saya ingin tahu benar ingin simak barangnya wanita aslinya seperti apakah. Pertahananku menjadi cukup mengendor. Lantas saya bertanya bagaimana triknya. Mereka lantas jawab, ya kita membuka bersama-sama. Tetapi rasanya saya masih malu .

Mereka sedih dan terus merayu saya. Mereka katakan saya dapat simak barangnya 2 cewe, saat tidak mau sich. Asyik pikirku, sekali simak dapat barangnya 2 cewek. Pintu kamar lantas digembok sama Imel. Dia bikin ketentuan, pertama kali buka sisi luarnya, celana luar kami masing-masing bersama kami membuka. Saya memang gunakan celana dalam, semenjak sunat enam bulan lalu. Celana dalam Imel ada gambarnya. bermotif miki mouse, sedang Sevil berwarna pink.

Saya memlorotkan celana luarku. Penisku menegang hingga celana dalamku menggembung. Tanpa menanti saya turunkan celana dalam, Sevil dan Imel telah buka celana dalamnya. Saya terperanjat menyaksikan memek mereka, yang menggunduk licin. Mereka keliatannya belum dengan bulu sama seperti yang di film, Imel yang keliatannya ada bulu lembutnya, dan Sevil masih plontos-tos. Mereka lantas protes supaya saya selekasnya turunkan celana dalamku. Saya tidak dapat bertahan kembali dan perlahan-lahan kuturunkan celana dalamku. Demikian celana dalamku turun, penisku langsung ngacung. Sevil dan Imel cekikikan menyaksikan penisku yang berdiri menghadap keatas. Walau tubuhku kecil, tapi penisku cukup besar .

Semenjak saya sunat, penisku rasanya semakin besar saja. Apalagi kerap kukocok jika saya kembali gairah. Umumnya saya kocok sampai tiba rasa nikmat. Saya belum keluarkan sperma di saat tersebut. Imel dan Sevil merapat dan menarik kaosku ke atas. Mereka seperti mempelajari kontolku. Di saat itu saya merasa malu sekali, tetapi bolehkah untuk aku tahan saja, karena mereka telanjang sich. Karena mungkin berdiri mereka menjadi cukup sulit memerhatikan kontolku. Saya disuruhnya tiduran terlentang. Tekad mereka saya patuhi saja. Semula Sevil menggenggam kontolku.

Saya terkejut, barangku disentuh hingga tubuhku berjingkat. Sevil tanya, mengapa sakit ya. Tidak, saya terkejut saja. Saat tangannya menekan-nekan penisku, rasa nikmat menyebar ke semua badanku. Imel pada akhirnya ikutan menekan tangkai penisku. Ia justru menggosoki kepala penisku. Saya sudah pasti berjingkat-jingkat karena geli dan nyeri. Mereka saya hindari menggosoki kepala penisku. Iha aneh sekali memiliki bentuk ya, kata imel. Iya kaya ada topinya, kata Sevil. Ini apaan, ucapnya sekalian meremas kantong zakarku.

Ia meremasnya terlampau keras sampai saya menjerit kesakitan. Eh sorry ya sakit. kata Imel. Saya katakan jika kantong pelirnya diremas demikian rasanya sakit seperti ingin kencing. Diseka-usapnya penisku dan kantong pelirku. Aduh rasanya sangat nikmat. Justru rasanya lebih sedap daripada kukocok gunakan sabun. Mendadak orgasmeku mendesak dan saya menggeliat-gelinjang rasakan orgasmeku. Semua barangku menjadi geli dan nyeri, karena itu mereka saya hindari sentuh kembali. Barangku saya bekap untuk menghambat mereka sentuh .

Lama saya bekap sampai rasa nyeri dan gelinya lenyap baru saya lepas. Ke-2 mereka bingung dan bertanya, saya mengapa. Tetapi saya diam saja karena sedang kebingungan oleh rasa nikmat yang menjalari badanku. Saat saya lepas, penisku mulai berkurang. Mereka bertanya kembali, mengapa menjadi menjadi kecil. Saya terangkan jika sudah tegang dan capai kepuasan, barangku perlahan-lahan akan menjadi kecil lagi. Mereka lantas menekan-nekan penisku yang mulai benyek.

Mereka bertanya dapat tidak di berdirikan kembali. Saya katakan bisa jadi, tetapi ya perlu dirangsang. Imel masuk ke dalam kamar mandi bawa handuk kecil yang dibasahi. Kontolku dibikin bersih handuk lembab itu, ternyata handuk itulah baluri sabun, karena berasa ada harum sabun. Ia lagi kembali membersihkan penisku. Saya telah pasrah 100 %.

Sel saya ingin mencoba seperti yang difilm itu, rasanya bagaimana ya. Coba apa, kata Sevil ke Imelda. Itu lho ngemut barangnya cowok. Datang -tiba Imelda telah mengendusi barangku dan menyantapnya. Barangku masih lemas ditempatkannya kemulut lantas mulutnya mundur-maju. Saya merasa sangat nikmat, tetapi terkadang gigi Imel menggerus penisku. Saya katakan jangan digigit donk, sakit jika giginya terkena kontol, kataku. Imel lantas rapatkan bibirnya supaya giginya tidak sentuh kontolku. Sevil lantas ingin juga rasakan kontolku. Ia meminta giliran ngemut kontolku. Penisku langsung menegang kembali diemut dua cewek ini.

Mereka lantas semakin semangat ngemut kontolku berganti-gantian. Bagaimana rasanya Ron, Bertanya Imel. Saya katakan sedap sekali. Mendadak Sevil katakan saat ini giliran donk, lu jilati barang gua, sepertinya jika di film itu kok ceweknya seperti kenikmatan begitu, bagaimana sich rasanya. Iya nih, timpal Imelda, giliran donk ngrasian nikmatnya. Mereka lantas menarikku duduk dan giliran ke-2 nya tidur terlentang sekalian buka pahanya lebar-lebar. Pertama saya diminta menjilat memek Sevil.

Saat kudekatkan, berasa baunya agak pesing dan tidak sedap. Saya menarik kepalaku menjauh. Saya katakan saya tidak mau ah, memeknya berbau. Iya dech gua bersihkan dahulu gunakan sabun agar harum kata Sevil bangun ke arah kamar mandi. Imelda juga selanjutnya turut ke kamar mandi. Dari kamar mandi mereka lantas kembali lagi ke posisi terlentang. Saya diminta lagi menciumi memek mereka. Berasa wangi sabun mandi, hingga saya tidak merasakan terlampau jijik. Sebetulnya sich masih tetap ada rasa jijik , tetapi karena mungkin saya ingin simak lebih dekat dan karena dorongan gairah karena itu saya patuhi perintah mereka. Terang-terangan saya tidak paham harus bagaimana. Kusaksikan belahan rapat memek Sevil. Saya tidak tahu apanya yang perlu dijilat, karena itu saya menjilat-jilati bibir memeknya di kiri dan kanannya. Sevil menggeliat-gelinjang, geli-geli sedap ucapnya.

Saya ingin simak dalamnya memek bagaimana. Lantas saya membuka bibir memeknya lebar-lebar. Sevil mengeluhkan sakit jika saya membuka terlampau lebar. Kusaksikan belahan saat memeknya warna merah muda dengan bentuk yang tidak teratur. Saya diminta menjilat sisi dalamnya. Keliatannya seperti basah-basah begitu di celah-celah memeknya. Saat saya rasa dengan lidah cairan itu tidak ada rasanya dan tidak berbau pesing . Semula kupikir sisa air pipis.

Sevil buka sendiri belahan memeknya dan memperlihatkan sisi yang mana perlu saya jilat. Ia menunjuk ada daging kecil pada bagian atas memeknya. Saat saya jilat pada bagian itu, Sevil kelihatannya kaget. Ia katakan geli sekali. Tetapi saya masih tetap diminta menjilat sekitaran pingggirnya. Semakin lama pegal lidahku, menjilat-jilat seperti anjing minum. Kepalaku ditujukan oleh tangan Sevil supaya jilatanku ke arah daging kecil di lipatan atas belahan memeknya. Saat saya merasa pegal, dan akan stop sesaat , kepalaku justru diambil hingga mulutku membungkam memeknya. Saya nyaris tidak dapat bernafas karena hidungku tertutup. Tetapi Sevil masih tetap menekan kepalaku, pada akhirnya saya atur posisi supaya napasku tidak mampet. Rasanya jika mulutku membungkam begini lidahku tidak begitu pegal menjilat-jilat. Lidahku mencari sisi daging kecil barusan dan berasa di lidah seperti daging mengeras. Saya pusatkan saja jilatanku ke situ.

Keliatannya tiap saya sentuh daging itu, ia merasa sedap dan berjingkat-jingkat. Rasanya jemu menjilat-jilat kelamaan, setiap saya ingin stop, Sevil tidak memperkenankan, tangannya terus menekan kepalaku dan ia merintih-rintih seperti orang kenikmatan. Mendadak ia berteriak meminta saya stop menjilat, tetapi tangannya menekan kepalaku kuat sekali ke memeknya. Saya merasa memeknya berdenyut seperti kontolku jika capai pucuk kepuasan. Saya lanjutkan menjilat, Sevil menjerit, tidak untuk dijilat, nyeri sekali rasanya katanya demikian. Bermakna sama dengan kepala burungku saat habis capai pucuk kepuasan. Sesudah renyutannya stop, kepalaku diangkatnya. Imel bertanya ke Sevil berkenaan bagaimana rasanya. Sevil sekalian tutup mata menjelaskan, edan sedap sekali.

Saya ingin donk, kata Imelda. Leherku yang pegal dipaksakan menjilat Imelda. Saya tidak sanggup menampik. Berdasar pengalaman barusan saya segera tahu pada bagian mana memek yang perlu dijilat. Memek Imel lebih gendut, dan bibirnya cukup warna ungu. Sepertinya memek Imel bibirnya lebih panjang, hingga nyembul keluar lipatan memeknya. Saat saya membuka memeknya kelihatan bibir memeknya cukup mengerut. Saya menarik ke-2 segi bibir memeknya. Sisi dalamnya warna merah muda.

Sekalian kulebarkan bibir memeknya saya mulai membungkamkan mulutku ke memek Imel. Lidahku telah terbiasa langsung temukan target. Imel kaget demikian daging di lipatan atas memeknya ku jilat. Ia menggeliat, hingga merepotkan saya menjilat memeknya. Semua mulut dan hidungku menjadi belepotan lendir bersatu ludahku sendiri, karena Imel tidak dapat diem. Lantas berusaha menekan ke-2 paha Imel supaya sedikit bergerak. Aaku terus menerus menjilat-jilati memek Imel sampai ia seperti sang Sevil melafalkann-ngejan. Saya sudah mengetahui jika ia sedang melafalkann-ngejan memeknya jangan terus dijilat.

Sesudah selesai mereka berdua menjelaskan jika di jilat memeknya rasanya sedap sekali. Saya senang menjilat dan menyaksikan memek mereka, tapi saya masih ingin menyaksikan tetek mereka berdua. Kuberanikan bicara supaya mereka buka pakaiannya sekaligus agar saya bisa simak teteknya. Mereka ternyata tidak berkeberatan dan selekasnya menelanjangi diri. Sang Imel telah kenakan seperti BH tetapi BH kecil, dan Sevil cuma gunakan kaus dalam. Bentuk tetek cewek bagus sekali, menggelembung dan diujungnya lancip ada pentilnya kecil. Saya lantas raih tetek Imelda yang keliatannya lebih gendut dan mancung. Kuremas-remas kuat, Imelda menjerit sakit ucapnya. Saya pada akhirnya cuma menyeka-usap saja dan pentilnya ku pelintir perlahan-lahan. Imelda mendesis-desis saat pentilnya kupermainkan.

Senang dengan Imelda saya mainkan tetek Sevil yang cukup kecil. Ia keliatannya suka teteknya kumainin. Jemu bermain tetek pada akhirnya saya meminta mereka menghisap lagi penisku sampai saya merasa pucuknya. Keinginan itu selekasnya mereka penuhi. Imelda mengawali menghisap kontolku. Lama sekali hingga kemudian ia jemu dan giliran Sevil menyedotnya. Saya bingung, mengapa kepuasan itu pucuknya tidak ada. Walau sebenarnya kontolku sudah tegang.Sevil juga pada akhirnya jemu dan stop. Kami kembali gunakan pakaian karena hari mulai gelap dan sesaat lagi orangtua kami pulang. Hari itu permainan kami usai disana saja.

Kami janji bertiga untuk rahasiakan bermainan baru kami. Nyaris tiap hari jadi kami selalu bermain gituan, sampai satu saat Imel meminta penisku diadu sama memeknya sama seperti yang disaksikan di film. Saya sebenarnya sudah lama ingin niru yang difilm, karena kelihatannya sedap. Saya coba mengadu penisku ke memek Imel, tapi sepertinya kepeleset terus. Imel pada akhirnya menolong menggenggam penisku dan tempatkan di muka lubang memeknya. Rasanya sangat nikmat saya menggerakkan penisku masuk. Imel menjelaskan supaya saya jangan terlampau keras menggerakkan, karena memeknya berasa sakit. Saya menggerakkan perlahan-lahan penisku menorobos masuk.

Rasanya sedap sekali, seperti tercepit daging empuk. Saya dorong terus, tetapi mendadak Imel menarik bokongnya sampai penisku lepas. Ia katakan sakit jika saya dorong masuk terus. Ia meminta saya jangan dorong kuat-kuat. Saya mengulang kembali dan tetap kepeleset, tapi sesudah masuk lubang memek Imel rasanya lebih licin dibandingkan yang pertama barusan cukup geret. Saya ikutan difilm lakukan pergerakan memompa. Rasanya sangat nikmat hingga kemudian saya capai pucuknya. Saya stop dan penisku menjadi kecil di lubang memek Imel. Sevil menanyakan ke imel berkenaan rasanya ditusuk penisku. Ia katakan sedap, tetapi sakit. Sevil ingin tahu, penisku dikosok-kocoknya hingga kemudian berdiri . Ia selekasnya mengangkang dengan lebar mungkin dan menggenggam penisku untuk dimasukkan pada lubang memeknya.

Saya mengikuti instruksinya dan saya hanya tekan saja. Sevil meringis-ringis seperti meredam sakit saat penisku menerobos masuk. Tetapi rasanya penisku tidak dapat masuk seutuhnya, seperti barusan di memek Imel. Saya lakukan pergerakan mundur-maju kembali. Tetapi rasanya tidak sama seperti yang pertama barusan, saya lama tidak capai pucuk kepuasan. Mungkin pergerakankku kurang termonitor saya menekan penisku terlampau kuat hingga Sevil berteriak, sakit. Lho tetapi kok penisku dapat masuk semua ke saat memek Sevil.

Justru rasanya nikmat sekali. Saya perlahan-lahan-pelan menarik penisku berasa sedikit susah. Kutarik sedikit lantas dorong kembali, semakin lama cukup lancar. Aaku menjadi semangat memacu, karena rasanya nikmat sekali. Pada akhirnya dapat capai pucuk kepuasan. Sampai barangku lemas di saat memek Sevil dan pada akhirnya keluar sendiri. Selanjutnya bangun , kusaksikan penisku berdarah dan ku membuka memek Sevil ada juga darahnya sedikit. Kupikir penisku lecet, karena itu saya check. Tetapi kok tidak ada yang dirasa perih seakan ada cedera. Saya cepat-cepat ke kamar mandi bersihkan penisku. Sesudah bersih baru terang memanglah tidak ada cederanya. Sevil yang turut kekamar mandi jalannya ngangkang.

Memeknya ucapnya sakit dan perih. Ia bersihkan memeknya sekalian jongkok. Saat terserang air rasanya masih tetap perih, kata Sevil. Imel susul ke kamar mandi bertanya ke Sevil. Sevil menjawab memeknya perih, tetapi waktu bermain barusan ada nikmatnya , kata Sevil. Mereka kutinggal dan saya menggunakan lagi pakaian lantas meneruskan bermain games di PS. Entahlah apa yang mereka bahas, tapi yang saya dengar sang Imel esok disuruh Sevil untuk coba sama seperti yang ia merasai. Besoknya Sevil istirahat ia tidak bermain ke rumah Imelda, ucapnya memeknya masih sakit.

Sementara itu Imel ingin tahu. Kami berdua bermain di kamarnya. Awalnya burungku diisapnya sampai saya menggeliat capai pucuknya. Kemudian saat barangku berdiri kembali, ia ingin lakukan sama seperti yang dilaksanakan Sevil tempo hari. Saya menurut tekad Imel, karena saya merasa sangat nikmat memasukkan penisku ke saat memek. Seperti tempo hari, penisku tidak dapat masuk semua. Saat saya paksakan Imel manahan dengan mencekam memeknya. Saya selanjutnya memompa. Imel suka dengan pergerakan pompaku ia menyahut dengan menggerakkan tubuhnya sekalian ke-2 tangannya merengkuh bokongku. Rasanya pergerakan penisku semakin lancar saya selanjutnya semaksimal mungkin menekan penisku ke memek Imel.

Imel kaget, tapi ia telat menarik pinggulnya. Burungku terbenam habis ke memeknya. Saya stop sesaat, karena kusaksikan Imel menangis, air matanya menetes dari kanan kiri matanya. Tetapi saya telah diterpa gairah karena itu saya tidak peduli dengan Imel saya mulai kembali memaju undurkan burungku perlahan-lahan sampai berasa lancar. Capitan memek imelda ini sangat ketat, sepeti Sevil .

Semakin lama Imel turut juga menggerakkan pinggulnya saya merasa semakin nikmat hingga kemudian aku juga roboh sesudah saya merasa pucuknya kepuasan. Kami bertiga pada akhirnya punyai permainan baru. imel dan Sevil menyenanginya. Saya pun demikian jika sampai dua hari tidak bermain rasanya ingin sekali. Kami mengikuti semua permainan sama seperti yang disaksikan di film, semua posisi kami coba. Permainan seterusnya tidak begitu sulit masukkan penisku ke lubang memek mereka.

Saya paling sukai jika cewek berada di tas. Sebelumnya pernah saat saya ditindih Imel, Sevil menempati mulutku dan memeknya menghadap ke dalam mulut. Saya sebelumnya sempat gelagapan karena hidungku tertutup. Saya kebingungan, di antara rasakan kepuasan kontolku dengan fokus menjilat-jilati memek Sevil. Saya menjadi dapat bermain lama karena tiap hari kami selalu bermain. Kami stop bila Imel sedang haid. Akuu bermain lagi hingga mereka lulus SMP dan aku juga telah hasilkan sperma. Semenjak saya punyai sperma saya tidak berani melepaskan spermaku di saat meme k mereka. Kami sudah tahu jika hal tersebut dapat mengakibatkan hamil.