Cerita Sex Pengalaman Pertamaku Berhubungan Intim Dengan Pembantu Baru Saat Berkerja Dirumah
Sore itu saya pulang ke rumah sesudah bermain bola dengan teman2ku di atas lapangan sekolah. Ini sudah kerap kulakukan, apalagi sekolahku cukup dekat sama rumahku dan dapat dilakukan jalan kaki sepanjang 15 menit. Sesampai di dalam rumah, saya segera konsumsi makanan yang telah disiapkan ibuku. Sesudah usai makan, orang tuaku panggilku dan dari suara suaranya terdengarannya penting..

Cersex Keluarga – “Ada apakah pa?”
“Duduk sini bentar, papah sama mama ingin bicara sama kamu.”
“bud, kamu kan cukup besar saat ini dan sudah dapat mengurusi diri kita sekarang ini. Sebenarnya dahulu mama kamu kerja kantoran saat sebelum melahirkan kamu, dan demikian kamu lahir mama stop dari kerjanya karena ingin mengurusin kamu.”
“Trus pa?” Jawabku asal..
“ya karena saat ini kamu sudah smp, mama ingin bekerja kembali dan rupanya kantornya ingin menerimanya lagi”
“bagus donk ma, terus memang mengapa pa??”
“Ya kamu taukan papah pulangnya selalu malem, trus kalau mama kamu dah kerja kembali, pulangnya malem nanti . Maka mungkin kami akan jarang-jarang ada di dalam rumah. Trus kelak papah nyewakan pembantu buat mengurusin tugas rumah. Tetapi, kamu tidak berkeberatan kan??”
“Ooh begitu yah. Tetapi hari sabtu minggu, papah sama mama di dalam rumah kan??”
“Iya kami di dalam rumah, menjadi bagaimana?? Kamu tidak berkeberatan kan bud??”
“Yaudah, budi tidak berkeberatan kok.” Sebenarnya sang saya berkeberatan . Umumnya ada mama tetapi tidak ada papah saja saya merasa kesepian di dalam rumah. Tetapi, sejak dahulu saya memang tidak pernah dapat nolak yang diminta orang tuaku..
“nach begitu donk, rupanya sang budi sudah dewasa ya pa??” kata mamaku..
“iya nih. Kamu tenang saja bud, papah akan cariin yang cakep agar kamu tidak bosen” Kata papaku sekalian bergurau..
saya benar-benar tidak kebayang pembantu jenis apa yang akan kerja di sini. Dan karena ia, saya sudah dapat sebagian besar pengalaman sex pria dewasa…
Besoknya saya pergi sekolah seperti umumnya, dan cukup mengharap kalau pembantu saya tu bener2 cakep. (Awalnya kami tidak pernah punyai pembantu. Hari tersebut pertamanya kali ada orang asing di dalam rumah. Dan itu cukup membuatku ingin tahu .)
Sehabis pulang sekolah, saya tidak turut bermain bola seperti umumnya, saya ingin cepat2 pulang ke rumah, karena ingin tahu.
Sesampai dimuka rumah, saya menjadi grogi sendiri, dan mengetok pintu dengan tidak sabar. Demikian pintu terbuka, sama sesuai sangkaanklu pembantu barukulah yanng membuka pintunya. Dan… saya cukup sedih sang, rupanya tidak secakep yang kubayangkan. Saya ngebayangkan, bagaimana yah kalau punyai pembantu kaya bunga citra lestari. (tidak mungkinlah, kalau cewek secakep itu, terendah menjadi barges om-om J).. Huehe, sesudah menyingkirkan lamunanku, saya lihat kembali mukanya, rupanya cukup manis , dan tubuhnya lumayan bagus dan cukup tinggi. Aku juga menyapanya, dan cukup berbasa-basi sesaat sekalian jalan ke rumah..
Beberapa hari pertama sang tidak ada yang aneh sama dia. Saya cukup kerap memerhatikan ia. Apalagi kalau kembali nyapu, ugh bokongnya yang bundar dan melawan itu langsung membusung dengan senangnya. Meskipun saya tetap kelas satu smp, saya sudah kerap melihat film bokep, menjadi sudah punyai perbedaan masalah body cewek. Meskipun bodynya kalah sama beberapa artis bokep itu, tp cukup membuatku terangsang dengan beberapa posisi badan yang ia kerjakan saat kembali kerjakan pekerjaannya (memang dasar otak sudah ngeres)..
Namun masih tetap saja, saya benar-benar tidak mengharap untuk sentuh badannya saat itu. Saya cuma sukai memerhatikan ia saat ia kembali bekerja. Keliatannya ia dah mengetahui pandanganku saat ia kembali bekerja, tetapi ia kelihatannya tidak terlampau perduli. Lagian saya Hanya anak berusia 13 tahun. Tetapi tanpa kusadari sebenarnya ia perduli, dan sepertinya ia nikmati saat saya menyaksikannya dengan gairah demikian. Seakan-akan ia sedang melangsungkan atraksi bagiku..
Sesudah sejumlah minggu tetap seperti umumnya. Tetapi ia mulai memperlihatkan tingkah laku aslinya kemudian. Ia mulai menggunakan baju yang terbuka di dalam rumah. Dan rok yang digunakannya juga benar-benar pendek walaupun tidak ketat. Tetapi itu malah membuat roknya mudah terkuak dan kelihatanlah celana dalamnya. Pertama kalinya saya menyaksikannya saat ia sedang menonton tv di ruangan dapur (papaku beli tv itu khusus untuk pembantu agar ia tidak bosen), dan kelihatnnya ia tidak berusaha tutupinya, meskipun pasti saya berdiri di muka ia dan menyaksikan celana dalamnya.
Saya benar terdiam waktu itu, karena itu pertamanya kali saya menyaksikan badan wanita dibalik roknya langsung. Apalagi di dalam rumah sendiri. Mukaku berasa panas dan jantungku berdegap kuat, dan sikapku benar-benar kikuk jadi. Dan entahlah mengapa ia cuek-cuek saja, justru tempatnya makin melawan. Kakinya diangkat samping ke bangku dan yang samping kembali dbuka lebar ke samping. Dan makin jelaslah kelihatan pahanya yang mulus dan khususnya celana dalamnya. Lumayan lama saya mondar-mandir di muka ia. Tetapi kemudian saya kembali lagi ke kamar karena saya takut ia geram…
Sesampai di dalam kamar, saya tetap terus pikirkan peristiwa barusan. Pada akhirnya karena tidak kuat kembali, saya memilih untuk beronani di dalam kamar mandi. Dan rupanya di dalam kamar mandi ada benda yang barusan saya saksikan. Baju kotor pembantuku itu bergantung di dalam kamar mandi. Dengan tidak sabaran saya mulai cari dan kutemukan celana dalam kotor pembantuku tersebut. Dengan gairah yang tidak tertahan saya mulai dekatkan celana dalam itu ke mukaku. Kutempelkan di mukaku dan kuhirup dalam-dalam wewangiannya. Saat itu juga bau-bau asing serang penciumanku. Kucium sisi yang tutupi bokongnya.
Harumnya betul-betul memabukkan, ingin rasanya saya menjilat-jilati anusnya tiap hari. Tangankupun mulai mengocak-kocok penisku. Kujilati sisi yang tutupi anusnya dengan gairah. Saat itu saya betul-betul mengharap ada kotoran yang melekat di celana dalam tersebut. Maniku keluar bisa lebih cepat dari umumnya. Lantas aku juga mulai menciumi pakaiannya. Kuhirup wewangian badannya, ketiaknya dan berbau keringatnyapun mulai membiusku. Saya dah mulai terobsesi dengannya. Walau sebenarnya awalnya saya cuma senang melihatinya aja…
Sesudah senang mengisap semua berbau yang berada di baju kotornya saya mulai mandi dan bersihkan tubuhku.
Itil V3
Sesudah usai dan saat akan keluar, saya terkejut bukan kepalang. Rupanya pintu kamar mandi tidak kututup. Saya baru terpikir, jika barusan saya lupa tutup pintu dan secara langsung ambil baju kotor pembantuku tersebut. Dan kamar mandi itu pintunya di ujung, menjadi kalau lupa nutup pintu dan tidak melihat ke belakang, kita dapat tidak sadar kalau kita lupa nutup pintu. Dan lebih membuat cemas rupanya dari barusan pembantuku kembali nyapu ruangan tamu, dan pintu kamar mandi itu menghadap ruangan tamu. Saya baru sadar kalau dari awal barusan memang ada beberapa suara seperti orang bersih-bersih begitu, tetapi karena aku pikir pintunya dah kukunci saya nyantai-nyantai saja. Dan di rumah memang tidak ada orang selainnya kami berdua. Maknanya ia dapat melihat secara jelas aktivitas saya dari awal tadi…
Aku juga jalan dengan grogi dan muka menunduk. Trus mendadak ia bicara sama aku…
“Sudah siap mandinya dek??”
“Eh u..sudah kak.” Jawabku dengan grogi..
“Kamu kaya cewek saja mandinya lama sekali. Barusan kaka nungguin di muka pintu, eh ternyata masih lama mandinya..” ucapnya dengan senyuman penuh makna..
Damn!!!, maknanya, ia tahu saya ngapain saja di dalamnya. Atau demikianlah bayang-bayangku. Aku juga tidak menjawab apapun dan cuma lari ke kamar. Saya sempat pikirkan makna senyumnya tersebut. Apa ia berniat menjelaskan kalau ia tidak berkeberatan saya ngelakuin itu??? Atau ia punyai tujuan lain???? Halah, pikiran anak smp mang belum nyampe ke beberapa hal yang semacam itu. Dan saya masih tetap saja ketakutan ia akan geram…
Semenjak itu, saya kerap bgt lama-lama di dalam kamar mandi, nikmati baju kotor pembantuku. Saya selalu masuk kamar mandi sesudah ia mandi. Dan baju kotornya masih anget, dan wewangiannya masih kuat. Sebelumnya pernah saya dapat pakaiannya yang basah sama keringat. Aah nikmat sekali keringatnya yang asin tersebut. Dan kembali lagi saya merasa aneh, mengapa ia tidak tanya ke saya, mengapa saya selalu masuk sesudah ia mandi. Yah mungkin ia sudah tahu karena yang pertama kalinya itu, tp tetep saja saya tidak tahu mengapa ia tidak geram.
Aktivitas ngintip celana dalam ia juga masih saya kerjakan. Bahkan juga meskipun ia tahu saya lg melihatin cdnya, ia cuek-cuek saja. Terakhir saya tahu ia menyengaja. Kelihatannya ia memang sukai mamerin badannya begitu. Saya tahu ini karena sesudah beberapa waktu ia bekerja, tindakan pamernya makin mengganas. Ia keluar kamar cukup dengan menggunakan celana dalam dan bra, dan memulai bekerja seakan tidak ada peristiwa apapun. Waktu melihat ia saya terkejut 1/2 mati. Sampe-sampe saya bengong begitu. Ia justru cuek-cuek saja, tidak lupa melemparkan senyuman ke saya saat berpapakan. Dan hari itu saya ng ikutin ia terus. Dasarnya, ia kembali nyapu, kembali menonton, kembali bersih-bersih, saya tentu turut. Ia (kembali lagi) cuek-cuek saja. Tp, tetep saya tidak berani coba sentuh badannya. Saya takut ia geram, terus meminta stop.
Terasyik tu waktu ia kembali nyapu kamarku, bokongnya yang nunggging di ruang sempit itu, makin kelihatan melawan karena hanya dibuntel celana dalam. Apalagi keliatannya cdnya cukup lembab karena keringat. Saat itu saya kembali baca komik di dalam kamar. Trus entahlah mengapa ia lama sekali ngeberes-beresin kamarku. Walau sebenarnya kamarnya kecil trus beberapa barangnya sedikit. Trus waktu sudah usai, ia tidak segera keluar kamar. Ia justru duduk pada tempat tidurku, ucapnya dirinya ingin istirahat sesaat. Tp yang ditempatinnya rupanya bantalku, dan lama ia disana. Demikian ia pergi, saya segera menciumi bantalku. Dan wewangian bokongnya juga tercium. Ingin rasanya ditempatin bokongnya di mukaku. Dan rupanya mimpiku itu peristiwa esoknya…
Saat itu kami kembali menonton tv di dapur. Sebagaimana umumnya ia cuma kenakan cd dan bra. Karena hari itu di sekolah ada pelajaran olahraga, tubuhku sudah kecapean, dan ingin istirahat. Tetapi saya tidak ingin melewati saat-saat dengan dia . Maka, karena ia simak saya terus menerus nguap, ia nawarin untuk berbaring di pangkuan ia. Tanpa basa-basi langsung kuterima penawarannya.
Pahanya berasa hangat dan mulus di pipiku. ‘adik’ kecilku segera bangun karena tersebut. Aku juga langsung berpura-pura tertidur dan mengubah tubuhku. Sehinggga saat ini saya berbaring mengahadap ke perutnya ia. Baru ini kali saya dapat melihat celana dalamnya dalam jarak sedekat ini. Saya benar-benar sudah horny. Dan, perlahan-lahan bibirku mulai coba sentuh pahanya. Sentuhan pertama sukses membuatku melayang-layang. Pahanya teras hangat dan wangi…
Surprise yang kudapat tidak stop sampai di sana. Saat itu tiba2 ponselnya yang di tempatkan di atas meja samping sofa tempat kami duduk mengeluarkan bunyi. Dan ia juga perlahan-lahan geser kepalaku dan meletakannya di atas sofa. Karena saya sedang berpura-pura tidur, saya tidak tahu apa yang terjadi. Dan saat kubuka mata, rupanya ia kembali berlutut ke samping sekalian mengotak-atik ponselnya, dan kepalaku ada di tengah ke-2 lutunya. Dan entahlah mengapa, kusaksikan ia turunkan bokongnya secara perlahan-lahan hingga kemudian sentuh mukaku. Ia menempati mukaku. Saya tidak yakin apa yang kualamin ini. Dan saya bisa juga merasakan, kalau ia perlahan-lahan menggerakkan bokongnya mundur-maju. Aaah,, saya benar-benar terasanya di surga. Kuhirup dalam-dalam wewangian bokongnya…
Sesudah sesaat, mendadak saya merasa ada yang menusuk-tusuk kepalaku. Rupanya itu jarinya. Ia sedang bermasturbasi ternyata. Saya jadi makin terangsang dengar desahannya. Meskipun ia berusaha meredam suaranya. Bokongnya makin bergerak tidak teratasi di mukaku, terkadang justru sampai membuatku tidak bisa bernafas. Lantas mendadak penekanan bokongnya di mukaku makin kuat, dan badannya melafalkanng, dan ia keluarkan desahan kecil ketahan. Kelihatannya ia sudah ‘keluar’. Aah betul-betul saat yang cantik, meskipun nanti saya akan mengalamin lebih menarik lagi …
Semenjak itu, saya selalu berusaha sentuh bokongnya, dan membuat seakan-akan tidak menyengaja. Masih tetap saja saya tidak berani menyentuhnya secara terus-terang. Terkadang saya lewat-lewat ada berada di belakangnya, atau menempatkan tanganku pada tempat ia akan duduk, dan keliatannya ia tidak peduli meskipun ia sedang menempati tanganku…
Satu minggu selanjutnya, ia lakukan hal lebih edan kembali. Ia sudah tidak menggunakan apapun itu kembali di tubuhnya. Meskipun tidak setiap waktu (mungkin ia takut masuk angin. Tetapi, saat ia bekerja, ia masih tetap pada kondisi bugil. Bukan itu saja, kalau ia ke kamar mandi sudah tidak pernah tutup pintu . Hingga, apapun itu aktivitasnya di dalam kamar mandi terlihat secara jelas dari luar…
Aku segera menanti ia nyapu ke kamarku, agar dapat menyaksikan lebih dekat. Dan 1/2 jam selanjutnya ia masuk kamarku., dan memulai membenahinya. Dan saat ia nungging, kelihatan jelasalah anusnya yang cantik tersebut. Ingin rasanya menjilat-jilati anusnya itu tiap hari, bersihkan kotoran-kotoran yang melekat di sekitar anusnya, uugh.. Lantas mendadak ia menghadap ke saya yang berbaring pada tempat tidur, lantas berbicara..
“Dek, kakak cape nih. Menumpang duduk bentar yah??”
“Eh? Yaa.. sudah kak bisa”
Lantas secara kaget kusadari, ia bukan ingin duduk di atas bangku atau pada tempat tidur. Ia arahkan bokongnya ke mukaku. Awalannya ia berdiri di atas tilamku, lantas berjongkok dan pelan-pelan mendudukkan bokongnya, yang saat ini tidak terhambat oleh celana dalam, ke mukaku. Dan ia memperlebar belahan bokongnya dengan ke-2 tangannya, seolah-oleh ingin tempelkan anusnya ke mukaku. Dan anusnya melekat pas di bibirku. Tubuhku tergetar karena senang, dan nafsu. Pertama kali kucium mesra anusnya, dan pembantuku itu juga mulai mendesah. Kucium kembali pinggiran-pinggiran anusnya secara halus.
Lantas pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilatin sekitar anusnya, dan ia juga menggeliat kegelian. Lantas kutusukkan secara perlahan-lahan lidahku ke anusnya. AAAh, sentuhan pertama kali yang akan kuingat sampai tua. Anusnya rasanya cukup pahit trus aneh begitu, sulit dech ngejelaskannya. Kujilat-jilat anusnya dan saat ini dengan penuh gairah, dan penuh kangen. Ia mulai bergerak liar di atasku. Tangannya saat ini tidak cuma diam. Yang kanan mengelus-elus t*t*tku. Yang kiri sedang repot bermasturbasi riang. Kocokannya berulang-kali berhenti karena sedang fokus untuk meraih kepuasan…
“aaaaah,, budi jilatin terus anus kakak. Ah mari sayang..” Teriaknya. Keliatannya ia sudah tidak peduli apapun itu kembali. Dan sesaat selanjutnya ia menjambak rambutku dengan keras, dan 1/2 berdiri dengan lutunya, dan mengeluh, tanda ia telah capai orgasme…
“Terima kasih yah dek, saat ini gantian kakak yang muasin kamu” ucapnya sekalian tersenyum manis. Diciuminya bibirku dengan garang. Karena saya masih juga dalam perkembangan, ukuran bibirnya dengan bibirku berbeda jauh. Dengan gampangnya ia melumat bibirku yang imut ini, bahkan juga saat ia menciukmku, dagukupun turut terserang kecupannya. Dijilatinya bibirku, lantas ditempatkannya di dalam mulutku. Aku juga berusaha meraih lidahnya dengan lidahku. Lantas kuemut-emut lidahnya, lantas saya mulai mengisapnya.
Lantas ia mengusung kepalanya dan memulai teteskan liurnya di dalam mulutku. Langsung kutelan secara bergairah. Berulang-kali kami kerjakan tersebut. Kemudian ia mulai menjilatiku kembali. Mulai dari pipi, hidung, keingku, dan daguku. Hingga mukaku basah terkena jilatannya. Dan ia mulai meludahi mukaku dengan gaungs. Saya cuma diam saja nikmati semua tindakannya padaku. Pelan-pelan jilatan-jilatannya mulai turun keleher, lantas kedada dan sampai ke putingkupun dijilat-dan dihisap-hisapnya. Dan tangannya meraba-raba putingku yang satunya ladi…
Kemudian, ia buka celanku sampai kelihatanlah t*t*tku yang tetap kecil imut ini. Dan ia buka mulutnya dan secara langsung memasukkan ke mulutnya. Aah rasanya benar-benar nikmat. Tiap sedotannya membuat semua badanku menegang. Dan tanpa sadar tangankupun mulai menarik-narik mukanya dengan gairah. Ia terus mengisap-hisap titiku tanpa memakai tangannya sama-sekali. Sesudah beberapa saat, saya ingin keluar..
“Kaak, adik sudah ingin keluar nih” kataku. Ia juga makin perkuat hisapannya sampai berasa sakit. Dan kukeluarkan semua di mulutnya. Kuliahat ia menelannya dengan semangat. Menjilat-jilati sisa-sia maniku di ujung t*t*tku. AAh rasanya benar-benar nikmat…
“Bagaimana?? Kamu puaskan??”
“Eh, iya kak. Adik senang sekali. Adik sudah lama beronani smbil membayangkan kakak.” Kataku tanpa malu lagi…
“Hihihi. Nakal kamu yah, mengapa kamu tidak segera datengin kakak trus meminta kakak ngent*tin kamu?” Saya cukup terkejut dengar ia mendadak berbicara vulgar. Tetapi kelihatan di mukanya keliatannya ia suka berbicara kotor seperti itu…
“Kan kasian tongkol kamu kamu dek, tiap hari hanya dapetnya tangan kamu sendiri. Kan mendingan ent*tin kakak saja??” Ucapnya dengan pandangan penuh gairah..
“Mulai saat ini, kalau kamu kembali ingin kamu katakan kaya begini ke kakak, ‘kaak, adik ingin ngent*t’ ya??”
“Iyaa kak..”
“Coba katakan donk” pintanya…
“Kaaak, adik pe..ingin ngent*t” jawabku dengan gugup…
“Naah, begitu yah bilangnya. Nanti kakak ent*tin kamu.”
“i…iya kak.”
Lantas karena saya telah cape, aku juga tertidur sekalian berangkulan sama dia. Kami sudah kaya suami istri aja…
Semenjak itu, kami kerap lakukan itu kembali. Dan kalau kami tidak sedang ber‘main’ juga ia masih tetap saja tidak menggunakan pakaiannya. Saya kerap turut mandi bersama ia. Dan karena sudah benar-benar terobsesi dengannya, kotorannya juga dapat membuatku terangsang. Hampir setiap hari saya meminta ia mengencingiku.
Terkadang kutelan semua kencingnya sampai tidak bersisa. Sesudah jemu dengan kencingnya, tainyapun kujamah . Sampe-sampe tiap ia ingin membuang kotoran ia harus memberitahukanku dahulu. Kalau saya kembali tidak ingin, baru ia ke wc secara biasa. Dan kami melakukan di mana saja, tetapi kami selalu waspada supaya kencing atau tainya tidak bertebaran. Saya memaksakan untuk turut rasakan tainya sendiri, lantas kemudian acara berciuman kamipun lebih hot karena mulut kami penuh secara kotoran…
Saya sadar apa saja yang kami kerjakan itu jauuh di luar batas normal (dari awal sebetulnya sudah tidak normal. Masak cewek berusia 26 tahun bermain sama anak berusia 13 tahun???). Tp saya tidak dapat ngebohongin diri kita, karena saya juga menikmatinya.
Dan terkadang kalau ortuku nginap di dalam rumah nenek (saat itu nenekku sudah sakit-sakitan menjadi ortuku nginap diasana buat ngejagain) sampai satu minggu, ia ajak temannya bermalam, dan kami bertiga melakukanhal-hal yang benar-benar liar, bahkan juga adik wanitanya sendiripun (adiknya saat itu berusia 16 tahun, terus ruypanya ia kerap bercerita apa saja yang sudah kami kerjakan, dan rupanya suati kali adiknya menjelaskan jika ia ingin tahu dan ingin nyobain bermain dengan beberapa anak) dibawanya turut gabung dengan kami. Ia bekerja sepanjang empat tahun di rumahku, dan itu ialah empat tahun paling indah sepanjang hidupku.










